Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

327 Jemaah Haji Kembali Ke Tolitoli menggunakan Kapal Perintis Sabuk Nusantara 89

327 Jemaah Haji Kembali Ke Tolitoli menggunakan Kapal Perintis Sabuk Nusantara 89327 Jemaah Haji Kembali Ke Tolitoli menggunakan Kapal Perintis Sabuk Nusantara 89327 Jemaah Haji Kembali Ke Tolitoli menggunakan Kapal Perintis Sabuk Nusantara 89327 Jemaah Haji Kembali Ke Tolitoli menggunakan Kapal Perintis Sabuk Nusantara 89

 

PALU (30/7) - Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengantarkan 327 orang jamaah haji ke Tolitoli dari Palu, Sulawesi Tengah menggunakan kapal perintis Sabuk Nusantara 89.

 

Dipilihnya moda transportasi laut ini dikarenakan hanya kapal perintis Sabuk Nusantara 89 yang rutin melakukan pelayaran dari pelabuhan Pantoloan Palu ke pelabuhan Dede Tolitoli dan  jarak tempuh tidak terlalu lama dibanding jalur darat, dengan pertimbangan sebagian besar jemaah telah lanjut usia. Hal tersebut disampaikan Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt. Hendri Ginting, Minggu (30/7).

 

 

“Dipilihnya kapal perintis Sabuk Nusantara 89 ini dikarenakan hanya kapal perintis ini yang rutin melakukan pelayaran dari pelabuhan Pantoloan Palu ke pelabuhan Dede Tolitoli. Disamping itu, penggunaan kapal perintis ini dilakukan untuk memangkas waktu dikarenakan lewat jalur darat durasinya lebih lama,” ujar Capt. Hendri.

 

 

Capt. Hendri juga mengatakan digunakannya kapal perintis Sabuk Nusantara 89 ini guna memberikan kenyamanan selama perjalanan dikarenakan rata-rata jamaah haji tersebut berusia lanjut.

 

“Dipilihnya kapal perintis ini selain waktu tempuh lebih cepat dari jalur darat, para jamaah haji yang rata-rata sudah lanjut usia agar lebih nyaman, tidak kecapaian dan kelelahan di perjalanan,” ujar Capt. Hendri.

 

Lebih lanjut Capt. Hendri menyampaikan bahwa sebelumnya jemaah haji asal Tolitoli ini ketika berangkat haji juga menggunakan kapal perintis Sabuk Nusantara 89 sehingga untuk pergerakan jemaah haji dari dan ke Tolitoli menggunakan kapal perintis.

 

“Sebelumnya, para jamaah haji ini juga menggunakan kapal yang sama saat akan berangkat menunaikan ibadah haji dari Tolitoli ke kota transit di Palu. Kapal perintis Sabuk Nusantara 89 sendiri menjadi moda transportasi andalan masyarakat Sulawesi Tengah yang menghubungkan kota-kota kecil di Sulawesi Tengah,” ujar Capt. Hendri.

 

Sementara itu Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Teluk Palu Mursidi mengatakan bahwa kegiatan pemulangan jemaah haji ke Tolitoli ini berkat koordinasi yang baik antara Pemerintah Daerah Palu dan Tolitoli serta Kementerian Agama.

 

“Berkat koordinasi yang baik antar lembaga kegiatan ini dapat terlaksana dan berjalan baik baik itu pemda setempat maupun Kementerian Agama,” ujar Mursidi.(MM/BOH)

Reaksi dan Komentar