Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

ADA TAMBAHAN KAPAL, ARUS MUDIK DI PELABUHAN KALIANGET LEBIH LANCAR 03/0

ADA TAMBAHAN KAPAL, ARUS MUDIK DI PELABUHAN KALIANGET LEBIH LANCAR 03/0

Sumenep - Antisipasi lonjakan jumlah penumpang kapal penyeberangan antar pulau di Madura pada masa mudik Lebaran, Kementerian Perhubungan tahun ini menambah sejumlah kapal untuk melayani masyakat yang akan mudik ke pulau-pulau.


Hasilnya pelayanan angkutan kapal pada masa mudik Lebaran tahun ini dinilai jauh lebih baik dari penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun-tahun sebelumnya. Menhub Budi menjelaskan tiga tahun berturut-turut mudik di Madura belum maksimal. Dia ingin daerah paling sulit itu bisa diselesaikan.

“Madura adalah suatu tempat yang selama ini belum berhasil oleh karenanya tempat yang paling sulit kita lakukan perbaikan apalagi kerjasama dengan Pemda. Secara umum (angkutan lebaran) di Madura jauh lebih baik karena Kementerian Perhubungan menambah kan 5 kapal ke daerah madura dan sekitarnya,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Pelabuhan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Senin (3/6).

Akan tetapi diakui Menhub saat ini perjalanan kapal pada lintas penyeberangan di Madura kerap kali masih terjadi kendala yaitu ombak besar akibat cuaca buruk. Namun kata Menhub ini penting diperhatikan karena dapat membahayakan keselamatan penumpang.

“Kemarin ada suatu masalah terlambat saja, terlambat karena ada ombak yang besar karena memang ombak besar tidak bisa dipaksakan bahkan saya memberikan suatu catatan bagi Kepala Pelabuhan atau Syahbandar jangan memaksakan kapal itu berangkat dalam keadaan cuaca tidak bagus,” tegasnya.
IMG-20190603-WA0121.jpg
Dalam kesempatan yang sama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawanda mengapresiasi bantuan kapal bagi masyarakat Madura dan sekitarnya. Menurut Khofifah bantuan kapal ini akan sangat berguna untuk masyarakat.

"Terima kasih, masyarakat Jatim mendapatkan perhatian yang sangat bagus dari Pak Menteri Perhubungan," kata Khofifah.

Terkait kendala yang dihadapi saat ini senada dengan Menhub, Khofifah juga menyebut kendala yang masih dihadapi masyarakat di Madura yaitu ombak besar. Untuk itu Khofifah menyebut perlu adanya kapal pemecah gelombang sehingga nantinya kapal tetap bisa melayani masyarakat saat ombak tinggi.

“Jikalau nanti ada exercise dari Kemenhub sudah selesai tentu kami berharap bahwa pada saat ombak itu tinggi beberapa kapal tertentu yang punya alat pemecah ombak tetap bisa berlayar dengan catatan bahwa ada kedalaman tertentu di tempat (dermaga) mereka bersandar di pulau-pulau itu,” ungkap Khofifah.

Oleh karena itu Khofifah berharap terkait pembiayaan akan ada kerjasama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mewujudkan keinginan tersebut.
IMG-20190603-WA0122.jpg
Pada kesempatan tersebut Menhub sempat melepas keberangkatan kapal mudik gratis Express Bahari 9C yang melayani rute Kalianget-Kangean. Selain Khofifah, turut mendampingi Menhub melepas keberangkatan kapal mudik gratis diantaranya Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemy Francis, Watimpres Sidarto, Bupati Sumenep Busyro Karim dan sejumlah pejabat penting lainnya. (GD/RDL/CA/HA)


Reaksi dan Komentar