Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Aksi Cepat Tanggap Tim SAR Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas I Tanjung Priok Menangani Kecelakaan Kerja di Kapal TB. ASP Glory

Aksi Cepat Tanggap Tim SAR Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas I Tanjung Priok Menangani Kecelakaan Kerja di Kapal TB. ASP GloryAksi Cepat Tanggap Tim SAR Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas I Tanjung Priok Menangani Kecelakaan Kerja di Kapal TB. ASP GloryAksi Cepat Tanggap Tim SAR Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas I Tanjung Priok Menangani Kecelakaan Kerja di Kapal TB. ASP GloryAksi Cepat Tanggap Tim SAR Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas I Tanjung Priok Menangani Kecelakaan Kerja di Kapal TB. ASP Glory

Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok menunjukkan respons cepat dan sigap dalam menangani insiden kecelakaan kerja yang terjadi di atas kapal TB. ASD Glory TK. ASP Prosperity. Berdasarkan laporan dari Vessel Traffic Service (VTS) Tanjung Priok, salah satu Anak Buah Kapal (ABK) mengalami kecelakaan serius yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Kejadian ini terjadi pada pukul 09.15 WIB pada tanggal 15 November 2024 di perairan yang berada pada posisi koordinat 06°03.803'S - 106°57.198'E Pelabuhan Marunda, Jakarta.
 

Korban, Muchammad Mursid Liong, merupakan ABK yang berasal dari Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Ia bekerja sebagai Kelasi di kapal TB. ASP Glory (YDB3351). Menurut laporan identifikasi, korban diduga mengalami sengatan listrik ketika sedang bekerja sendirian di atas tongkang, sehingga menyebabkan korban kehilangan nyawa. Berdasarkan laporan dari Chief Officer (Perwira Deck) kapal, korban ditemukan dalam posisi tengkurap di atas tongkang dengan kondisi tubuh yang tidak bergerak serta wajah yang sudah membiru.

Data Korban:
    Nama: Muchammad Mursid Liong
    Asal: Kabupaten Blora, Jawa Tengah
    Jabatan: Kelasi
    Kapal: TB. ASP Glory (YDB3351)

kecelakaan kerja ini terjadi saat korban sedang menjalankan tugas di atas tongkang. Berdasarkan keterangan dari Chief Officer yang pertama kali menemukan korban, Muchammad Mursid Liong ditemukan dalam keadaan tengkurap dan tidak bergerak. Wajah korban sudah membiru, yang mengindikasikan bahwa ia kemungkinan besar telah meninggal dunia akibat sengatan listrik. Dari hasil pemeriksaan awal, diperkirakan 90% penyebab kematian adalah tersengat listrik saat korban sedang bekerja sendirian di tongkang.

Kepala Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok, Dr. Triono, segera memberikan perintah kepada Tim SAR PPLP untuk bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Tindakan ini dilakukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan di lokasi kecelakaan serta untuk melaksanakan proses evakuasi korban dengan sebaik mungkin. Tim SAR berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat untuk mengamankan area kejadian dan melakukan investigasi lebih lanjut mengenai penyebab kecelakaan. serta komunikasi  dengan pihak operator kapal TB. ASP Glory untuk memperoleh informasi tambahan yang dibutuhkan dalam proses penyelidikan.

kepala Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan pelayaran di wilayah perairan Tanjung Priok merupakan prioritas utama.Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi seluruh operator kapal dan pihak terkait untuk selalu meningkatkan standar keselamatan kerja di laut, terutama dalam hal pengawasan penggunaan peralatan yang berpotensi membahayakan.

Reaksi dan Komentar