Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Antisipasi Ancaman Siber di Sektor Maritim, Kemenhub Perkuat Kesiapsiagaan Personel Kapal dan Pelabuhan

Antisipasi Ancaman Siber di Sektor Maritim, Kemenhub Perkuat Kesiapsiagaan Personel Kapal dan PelabuhanAntisipasi Ancaman Siber di Sektor Maritim, Kemenhub Perkuat Kesiapsiagaan Personel Kapal dan PelabuhanAntisipasi Ancaman Siber di Sektor Maritim, Kemenhub Perkuat Kesiapsiagaan Personel Kapal dan PelabuhanAntisipasi Ancaman Siber di Sektor Maritim, Kemenhub Perkuat Kesiapsiagaan Personel Kapal dan PelabuhanAntisipasi Ancaman Siber di Sektor Maritim, Kemenhub Perkuat Kesiapsiagaan Personel Kapal dan Pelabuhan

BATAM (31/7) – Di tengah pesatnya transformasi digital sektor maritim, ancaman siber kini menjadi salah satu risiko baru yang berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran, operasional pelabuhan, hingga kelancaran rantai logistik nasional. 

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi ancaman keamanan siber dalam pengoperasian kapal dan fasilitas pelabuhan.

Sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman tersebut, Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) berkolaborasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta Asosiasi RSO Indonesia (ARSOINDO) menyelenggarakan Training Penanganan Risiko Serangan Siber terhadap Keamanan Kapal dan Fasilitas Pelabuhan di Batam pada 30–31 Juli 2026.

Dalam sambutannya, Plt. Direktur KPLP, Triono, menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi telah membawa perubahan signifikan dalam operasional kapal maupun pelabuhan. Namun, di balik berbagai manfaat tersebut, terdapat risiko serangan siber yang perlu diantisipasi secara serius.

“Serangan siber dapat berdampak serius terhadap operasional kapal dan aspek keselamatan pelayaran, mulai dari gangguan layanan, kebocoran data, hingga potensi ancaman terhadap keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan secara keseluruhan,” ujar Triono.

Menurutnya, gangguan siber pada sistem kapal maupun pelabuhan tidak lagi sekadar persoalan teknologi informasi, melainkan dapat berdampak langsung terhadap keselamatan dan keamanan pelayaran. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa keamanan siber merupakan tanggung jawab bersama seluruh personel yang terlibat dalam operasional maritim.

“Keamanan siber bukan hanya tanggung jawab unit teknologi informasi. Setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga keamanan sistem, data, dan informasi yang digunakan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” tegasnya.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran personel kapal dan fasilitas pelabuhan terhadap berbagai bentuk ancaman siber, sekaligus memperkuat kemampuan dalam mengidentifikasi, mencegah, dan merespons insiden keamanan siber secara tepat dan efektif.

Melalui kegiatan ini, Ditjen Perhubungan Laut berharap tercipta budaya kewaspadaan siber yang semakin kuat di lingkungan maritim nasional sehingga mampu mendukung terwujudnya pelayaran yang selamat, aman, dan berkelanjutan.

“Saya berharap seluruh peserta dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan dalam mengidentifikasi potensi ancaman siber, memahami langkah pencegahannya, serta mengimplementasikannya secara nyata di lingkungan kerja masing-masing,” pungkas Triono.

Turut hadir dalam kegiatan ini Direktur Keamanan Siber dan Sandi TIK, Media, dan Transportasi BSSN, Nur Achmadi Salmawan, Ketua Asosiasi RSO Indonesia (ARSOINDO), perwakilan KSOP Khusus Batam, serta menghadirkan narasumber dari Direktorat KPLP dan BSSN.(PF/ETJ/HJ)

Reaksi dan Komentar