Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Antisipasi Lonjakan Arus Balik, Dirjen Hubla Imbau Masyarakat Bijak Atur Waktu Perjalanan

Antisipasi Lonjakan Arus Balik, Dirjen Hubla Imbau Masyarakat Bijak Atur Waktu PerjalananAntisipasi Lonjakan Arus Balik, Dirjen Hubla Imbau Masyarakat Bijak Atur Waktu PerjalananAntisipasi Lonjakan Arus Balik, Dirjen Hubla Imbau Masyarakat Bijak Atur Waktu PerjalananAntisipasi Lonjakan Arus Balik, Dirjen Hubla Imbau Masyarakat Bijak Atur Waktu Perjalanan

JAKARTA (25/3) - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya, agar bijak dalam menentukan waktu perjalanan arus balik Lebaran melalui lintasan Ketapang-Gilimanuk.

Imbauan ini disampaikan seiring dengan adanya tradisi Lebaran Ketupat di beberapa daerah, yang umumnya dirayakan satu minggu setelah Hari Raya Idul Fitri. Hal ini berpotensi adanya peningkatan signifikan jumlah penumpang serta kendaraan dalam waktu bersamaan khususnya di wilayah Tapal Kuda (Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi) dan Kepulauan Madura.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mengatur jadwal perjalanan lebih awal atau memilih waktu alternatif di luar periode puncak arus balik, guna menghindari kepadatan yang berpotensi terjadi di Pelabuhan Ketapang,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud.

Lebih lanjut disampaikan, potensi lonjakan penumpang yang terpusat pada satu periode waktu tertentu dapat menyebabkan antrean panjang, waktu tunggu yang lebih lama, serta berkurangnya kenyamanan dalam perjalanan.

“Untuk itu, diperlukan perencanaan perjalanan yang matang dan kesadaran bersama agar arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan dengan aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa angkutan laut dan penyeberangan,” tegasnya.

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan, terus berupaya mengoptimalkan pelayanan angkutan penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk, termasuk penambahan armada dan pengaturan operasional guna mengantisipasi lonjakan arus penumpang.

“Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Namun kelancaran arus balik juga sangat dipengaruhi oleh peran aktif masyarakat dalam mengatur waktu perjalanan secara bijak,” pungkas Dirjen Masyhud.

Selain melakukan perencanaan perjalanan dengan baik, Kemenhub mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan informasi resmi terkait kondisi pelabuhan dan penyeberangan, melakukan pembelian tiket secara online serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran dan keselamatan bersama.

Sebagai informasi, PT ASDP Indonesia Ferry memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 di lintasan Jawa-Bali akan terjadi pada 26 hingga 29 Maret 2026. Penyeberangan utama melalui Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk diperkirakan mengalami lonjakan volume kendaraan dan penumpang pada periode tersebut.(PF/ETJ/HJ)

Reaksi dan Komentar