Selasa, 31 Maret 2026, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Dumai Capt. Diaz Saputra pimpin Apel Siaga
Penutupan Posko Angkutan Laut Lebaran Tahun 2026 (1447 H) Pelabuhan Dumai yang diikuti oleh, Pejabat Struktural, Staf, instansi-instansi terkait dan stakeholder terkait di Pelabuhan Dumai, kemudian dilanjutkan dengan evaluasi Posko Angkutan Laut Lebaran Tahun 2026 (1447 H) Pelabuhan Dumai di ruang rapat utama lantai dua Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Dumai.
Dalam amanat Apel Siaga Penutupan Posko Angkutan Laut Lebaran Tahun 2026 (1447 H) Pelabuhan Dumai Capt. Diaz menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi- tingginya kepada seluruh petugas, instansi terkait, serta para stakeholder yang telah menunjukkan sinergi dan koordinasi yang sangat baik. Berkat kerja sama yang solid, penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran Tahun 2026 di wilayah Pelabuhan Dumai dapat berjalan dengan lancar, aman, nyaman, dan selamat sesuai dengan prinsip Zero Compromise for Safety, tidak ada kompromi untuk keselamatan. Selain itu, patut kita syukuri bahwa selama penyelenggaraan posko, tidak terdapat kejadian kecelakaan (zero accident) di wilayah Pelabuhan Dumai. Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan komitmen kita bersama dalam menjunjung tinggi keselamatan pelayaran.
Berdasarkan data Posko Angkutan Laut Lebaran Tahun 2026 sejak tanggal 13 Maret 2026, tercatat:
• Total penumpang naik melalui Pelindo sebanyak 21.900 orang,
• Total penumpang turun sebanyak 27.111 orang.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (H+9), terjadi peningkatan jumlah penumpang sebesar 1.251 orang.
Sementara itu, untuk layanan kapal Ro-Ro lintasan Dumai–Rupat dan sebaliknya, tercatat:
• Total penumpang sebanyak 45.246 orang, Total kendaraan mencapai
19.198 unit.
Hadirin yang saya banggakan,
Berbagai pencapaian tersebut tidak terlepas dari komitmen dan langkah- langkah strategis yang telah kita laksanakan bersama, antara lain:
1. Mengutamakan keselamatan pelayaran sebagai prioritas utama, melalui pemeriksaan kelaiklautan kapal secara menyeluruh, termasuk kelengkapan alat keselamatan serta kompetensi awak kapal.
2. Optimalisasi armada, dengan penyesuaian jumlah dan jadwal kapal sesuai kebutuhan serta kesiapan armada cadangan dan kapal negara.
3. Antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem, melalui koordinasi intensif dengan BMKG serta penerapan SOP secara tepat dan cepat.
4. Penguatan koordinasi lintas sektor, bersama TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, operator pelabuhan dan pelayaran, serta stakeholder terkait lainnya.
5. Mitigasi risiko di kapal dan pelabuhan, melalui pemetaan potensi bahaya serta kesiapsiagaan penanganan keadaan darurat.
6. Penerapan integritas dalam pelaksanaan tugas, dengan menjunjung tinggi akuntabilitas, transparansi, serta menghindari segala bentuk penyimpangan, dan mengedepankan prinsip 3P: Peduli Regulasi, Peduli Organisasi, dan Peduli SDM.
7. Optimalisasi media sosial dan layanan informasi, guna memastikan masyarakat memperoleh informasi yang cepat, tepat, dan akurat melalui berbagai kanal, termasuk peran aktif Tim SMRT.
Hadirin yang saya hormati,
Keberhasilan ini hendaknya menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga keselamatan pelayaran, serta memperkuat sinergi lintas sektor di masa yang akan datang.
Akhirnya, dengan mengucapkan Alhamdulillahirabbil’alamin, Posko
Angkutan Laut Lebaran Tahun 2026 secara resmi dinyatakan ditutup.
Semoga segala upaya dan pengabdian kita menjadi amal ibadah serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.































Reaksi dan Komentar