Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Atasi Kepadatan Kendaraan di Ketapang, KSOP Tanjung Wangi Percepat Operasional dan Perkuat Pengaturan Antrean

Atasi Kepadatan Kendaraan di Ketapang, KSOP Tanjung Wangi Percepat Operasional dan Perkuat Pengaturan AntreanAtasi Kepadatan Kendaraan di Ketapang, KSOP Tanjung Wangi Percepat Operasional dan Perkuat Pengaturan AntreanAtasi Kepadatan Kendaraan di Ketapang, KSOP Tanjung Wangi Percepat Operasional dan Perkuat Pengaturan Antrean

BANYUWANGI (30/9)– Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Wangi terus melakukan pengendalian dan koordinasi dalam menangani kepadatan kendaraan di jalur menuju Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Banyuwangi.

Berdasarkan hasil pemantauan pada Rabu (30/9) pukul 12.35 WIB, penumpukan kendaraan yang sebelumnya membuntut hingga 10 kilometer dari Pelabuhan Ketapang sampai wilayah Bangsring, Wongsorejo, kini telah terurai hingga tersisa 3,5 kilometer.

Kepala KSOP Kelas III Tanjung Wangi, Capt. Purgana, menjelaskan bahwa kepadatan yang sempat terjadi sebelumnya dipengaruhi oleh lonjakan volume kendaraan logistik menuju Gilimanuk, belum optimalnya kapasitas sandar akibat perbaikan salah satu dermaga di pelabuhan, serta penggunaan dermaga yang sama oleh beberapa kapal secara bergantian.

Dalam menangani kondisi tersebut, KSOP Kelas III Tanjung Wangi bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), PT ASDP Indonesia Ferry, operator kapal, kepolisian, serta stakeholder terkait terus melakukan koordinasi dan pengendalian di lapangan.

Dari sisi kepelabuhanan, KSOP Kelas III Tanjung Wangi melakukan optimalisasi pengoperasian kapal dan dermaga yang tersedia. Koordinasi dengan operator kapal juga terus dilakukan untuk mempercepat proses pemuatan, keberangkatan, serta pengosongan dermaga sehingga waktu tunggu kapal dapat diminimalkan.

Sementara itu, 29 kapal beroperasi di sejumlah dermaga, terdiri atas 10 kapal di MB I dan MB III, 3 kapal di MB II, 12 kapal di LCM, serta 4 kapal di MB IV. Aktivitas bongkar muat pun terus berjalan di masing-masing dermaga dalam kondisi padat namun tetap lancar.

“Pengaturan operasional kami lakukan dengan memperhatikan kondisi di lapangan, termasuk ketepatan waktu sandar, proses pemuatan kendaraan, penerbitan Surat Persetujuan Berlayar, hingga keberangkatan kapal. Kami juga terus berkoordinasi dengan operator untuk mengupayakan penggunaan dermaga seefektif mungkin,” jelas Capt. Purgana.

Selain itu, pengaturan arus kendaraan menuju Pelabuhan Penyeberangan Ketapang terus dilakukan. Kendaraan diarahkan untuk mengikuti jalur dan lokasi antrean yang telah ditentukan, sementara pergerakan kendaraan dari titik antrean hingga masuk ke area pelabuhan terus dipantau oleh petugas.

KSOP Kelas III Tanjung Wangi juga mengupayakan agar kendaraan yang telah memperoleh pelayanan dapat segera diarahkan menuju kapal, sehingga proses pelayanan dapat berlangsung secara berkesinambungan dan penumpukan kendaraan dapat dikendalikan.

“Situasi masih terus kami pantau dan koordinasikan. Setiap perkembangan akan menjadi bahan evaluasi untuk memastikan pengendalian antrean dan pelayanan penyeberangan dapat berjalan dengan tertib, aman, dan tetap mengutamakan keselamatan pelayaran,” tutup Capt. Purgana.

Reaksi dan Komentar