Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

ATASI PERMASALAHAN KELANGKAAN KONTAINER, INDONESIA USULKAN TECHNICAL ASSISTANCE OLEH UNITED STATE

ATASI PERMASALAHAN KELANGKAAN KONTAINER, INDONESIA USULKAN TECHNICAL ASSISTANCE OLEH UNITED STATE

BALI (29/06) - Gelaran 53rd ASEAN Senior Transport Officials Meeting (53rd STOM) hari ke-2 yang berlangsung di Trans Resort, Bali dilanjutkan dengan agenda diskusi bersama United States Senior Transport Officials. 

 

Carol Annette Petsonk selaku Ketua Delegasi US dalam pertemuan ini menyambut baik kesempatan diskusi bersama negara-negara ASEAN. Menurutnya, hubungan United State dengan ASEAN sangat penting, termasuk pada sektor transportasi laut. 

 

“Pengembangan sektor transportasi laut hendaknya mengacu pada beberapa aspek yaitu efisiensi dan berkelanjutan, konektivitas, keselamatan dan keamanan, serta SAR.” ujar Petsonk

 

Dalam paparannya, Petsonk merekomendasikan program MOMENTUM sebagai rencana kerja sama antara US dan ASEAN. Momentum sendiri merupakan program keterlibatan global dari Departemen Transportasi Amerika Serikat (USDOT), dibawah kepempinan Kantor Transportasi dan Perdagangan Internasional.

 

Adapun rencana aksi program tersebut menitikberatkan pada 3 hal yaitu;

Container Shipping, Port Resiliency And Adaptation Program, serta Search And Resque.

 

Menanggapi hal tersebut, Kasubdit Angkutan Laut Luar Negeri Ditjen Perhubungan Laut, Rifanie Komara yang merupakan salah satu delegasi Indonesia pada 53rd STOM memberikan respon positif. 

 

Saat ditemui di sela pertemuan, Rifanie menjelaskan Kementerian Perhubungan dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah mengusulkan tambahan program kerja sama dengan US berupa Technical Assistance.

 

“Kami telah mengusulkan program Pendampingan Teknis untuk mendapatkan rekomendasi dan solusi atas permasalahan kelangkaan kontainer di wilayah ASEAN sekaligus metode untuk menurunkan Ocean Freight Rate di wilayah ASEAN.” ujar Rifanie.

 

Ia pun menambahkan, dengan adanya pendampingan teknis tersebut, diharapkan negara-negara di ASEAN dapat meningkatkan sirkulasi kontainer sekaligus mengefisienkan biaya angkut melalui kontainer untuk peningkatan perekonomian termasuk di Indonesia.

Reaksi dan Komentar