Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

BERLAYAR TANPA SPB, KAPAL KAIROS BERPENUMPANG 18 ORANG DILAPORKAN HILANG

BERLAYAR TANPA SPB, KAPAL KAIROS BERPENUMPANG 18 ORANG DILAPORKAN HILANG

​BITUNG (15/8) - Kapal KM. Kairos yang bertolak dari Pelabuhan Bitung pada (12/8) menuju Pulau Mayau Batang Dua hingga kini (15/8) belum ditemukan.


Kapal tersebut diketahui berlayar tanpa Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dan tidak menyalakan Radio sehingga sulit diketahui keberadaannya.

"Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Vessel Traffic Services (VTS)  terus melakukan pemantauan dan sudah menyebarkan berita pertolongan kepada kapal-kapal yang berlayar di sepanjang rute pelayaran KM. Kairos. Adapun kapal tersebut berangkat tanpa SPB dan tidak menyalakan Radio," ujar Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Bitung, Capt. Weku F. Karuntu hari ini (15/8).

Lebih lanjut, Capt. Weku menjelaskan bahwa kapal tersebut bermuatan barang kebutuhan pokok dengan jumlah penumpang sebanyak 18 orang.

"Dari laporan yang masuk ke kami, kapal tersebur membawa sembako dan mengangkut 18 orang. Jika kapal tersebut berangkat pukul 1 pagi dini hari (12/8) dengan waktu tempuh dari Bitung ke Pulau Mayau Batang Dua sekitar 11 jam semestinya sudah tiba di hari yang sama sekitar pukul 12 siang namun hingga kini belum tiba di tujuan dan tidak diketahui keberadaannya" ujar Capt. Weku.

Capt. Weku juga menyayangkan kapal KM. Kairos dengan berat GT 10 tersebur berani mengambil resiko berlayar tanpa izin dan tanpa menyalakan radio.

"Kami sangat menyayangkan KM. Kairos telah melanggar aturan yang berlaku dengan berani ambil resiko berlayar tanpa izin dan tanpa radio sehingga ketika ada musibah pelayaran, sulit bagi kami untuk memberikan pertolongan karena keberadaannya saja kami tidak tahu dimana posisi terakhir kapal tersebut," ujar Capt. Weku.

Namun demikian, Capt. Weku terus memonitor dan pihaknya bersama Basarnas melakukan operasi SAR dengan melakukan penyisiran di perairan Pulau Mayau.

"Berdasarkan informasi yang didapatkan dari salah satu penumpang kapal KM. Kairos yang berhasil menghubungi keluarganya, KM. Kairos diduga kandas di salah satu pulau di perairan antara Bitung dan Batang Dua. Namun informasi ini tentunya harus kita pastikan lagi dengan melakukan penyisiran di perairan tersebut," ujar Capt. Weku.
WhatsApp Image 2018-08-15 at 08.14.59.jpeg
Sementara itu, Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Bitung mengerahkan Kapal patroli KNP. Pasatimpo untuk melakukan pencarian KM. Kairos.

“Kapal patroli dengan komandan Eddy Sutomo bertolak menuju lokasi pencarian kemarin (14/8) sekitar pukul 09.00 waktu setempat,” kata Kepala PLP kelas II Bitung, Andi Amran.

KNP. Pasatimpo yang mendapat laporan KM Kairos hilang kontak langsung berangkat dan bergabung dengan tim SAR yang mengerahkan KN. SAR  Pandudewanta untuk melakukan operasi pencarian.

"Kondisi cuaca dilaporkan cerah dengan ketinggian ombak antara 2 hingga 3 meter. Hari ini kita lanjutkan pencarian kapal tersebut, semoga hari ini kapal tersebut bisa ditemukan dan semua penumpangnya dapat dievakuasi dengan selamat," tutup Andi.


Reaksi dan Komentar