Makassar — Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar menerima kunjungan studi tiru dari Balai Pengelola Kereta Api (BPKA) Sulawesi Selatan dalam kegiatan sharing session pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Senin (9/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Sriwijaya tersebut menjadi momentum berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pembangunan Zona Integritas.
Rombongan BPKA Sulawesi Selatan dipimpin oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Hasbudi Samad dan Kepala Seksi Prasarana KA Rahmat bersama tim. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Kepala Bagian Tata Usaha KSOP Utama Makassar Hasanuddin beserta jajaran Tim Sekretariat ZI WBK/WBBM.
Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan studi tiru terhadap keberhasilan KSOP Utama Makassar yang berhasil meraih predikat Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada tahun 2024. Pengalaman tersebut menjadi referensi penting bagi BPKA Sulawesi Selatan dalam memperkuat langkah-langkah pembangunan Zona Integritas di lingkungannya.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Sekretariat WBK/WBBM KSOP Utama Makassar memaparkan berbagai tahapan pembangunan ZI, mulai dari proses awal pencanangan, penguatan komitmen pimpinan dan pegawai, pemenuhan eviden pada enam area perubahan, hingga strategi menghadapi proses penilaian oleh tim evaluator. Berbagai tips dan trik dalam setiap tahapan juga turut dibagikan sebagai bagian dari best practice yang telah dijalankan di lingkungan KSOP Utama Makassar.
Usai sesi pemaparan dan diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke sejumlah titik sarana dan prasarana pendukung Zona Integritas di lingkungan kantor. Lokasi yang dikunjungi di antaranya Ruang PPID, Ruang Inovasi Pelayanan, Ruang Maritime Command Center (MCC), Kapal Komitmen, papan informasi layanan publik, standar pelayanan, serta berbagai media komunikasi visual berupa spanduk dan papan propaganda pembangunan ZI.
Rangkaian kegiatan ditutup di Ruang Mataram. Melalui kegiatan studi tiru ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antarinstansi serta mendorong percepatan implementasi pembangunan Zona Integritas menuju birokrasi yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.


Reaksi dan Komentar