Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Ciptakan Lingkungan Pelabuhan Yang Tertib, Kemenhub Jembatani Komunikasi antara Masyarakat dan Stakeholder di Pelabuhan Waingapu

Ciptakan Lingkungan Pelabuhan Yang Tertib, Kemenhub Jembatani Komunikasi antara Masyarakat dan Stakeholder di Pelabuhan WaingapuCiptakan Lingkungan Pelabuhan Yang Tertib, Kemenhub Jembatani Komunikasi antara Masyarakat dan Stakeholder di Pelabuhan Waingapu

*WAINGAPU* (11/10) - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Waingapu menyelenggarakan acara Jumat Curhat, sebuah inisiatif untuk mendengarkan aspirasi dan keluhan masyarakat di kawasan pelabuhan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kapolres Sumba Timur AKBP E. Jacky Umbu Kaledi, Kepala Kantor KSOP Waingapu, Fadly Afand Djafar, serta General Manager PT. Pelindo, Anwar Siregar. Hadir pula Anggota DPRD Kabupaten Sumba Timur, Kapolsek Kota Waingapu, Babinkamtibmas, Babinsa, dan perangkat Kelurahan Hambala.

"Kegiatan ini bertujuan menjembatani komunikasi antara masyarakat di kawasan pelabuhan, dengan stakeholder terkait," ujar Fadly. Dia juga menegaskan pentingnya acara ini untuk mencari solusi bersama terhadap masalah yang ada. 

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran dan partisipasi masyarakat dalam acara ini. Kami berharap dapat menemukan solusi terbaik terkait rencana penertiban area penjualan, serta memastikan bahwa aktivitas di pelabuhan berjalan tertib dan aman,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, masyarakat yang terdiri dari pedagang asongan, warung makan, buruh TKBM, pekerja harian perusahaan pelayaran, dan nelayan menyampaikan beberapa keluhan utama. Salah satu isu yang banyak diutarakan adalah terkait ketersediaan lapak jualan yang diatur oleh PT. Pelindo. Masyarakat meminta agar pembangunan lapak memperhatikan lalu lintas penumpang dan pengunjung pelabuhan, sehingga dapat meningkatkan minat belanja tanpa mengganggu mobilitas.

Selain itu, masyarakat juga meminta agar mereka yang mencari nafkah di pelabuhan diberikan kartu tanda pengenal terkait penerapan sistem gerbang otomatis (Autogate System/AGS) untuk memudahkan akses.

Sebagai tindak lanjut, KSOP Waingapu bersama PT. Pelindo berkomitmen untuk melakukan kunjungan lapangan dan memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan serta pengaktifan area penjualan bagi masyarakat. 

"Kami akan bekerja sama dengan Polres Sumba Timur untuk menertibkan lapak-lapak yang tidak sesuai tempatnya, sehingga lalu lintas tetap lancar dan terhindar dari potensi kriminalitas," tegas Fadly.

PT. Pelindo juga akan mengidentifikasi masyarakat yang beraktivitas di kawasan pelabuhan dan bekerja sama dengan Kantor Lurah Kota Waingapu untuk menerbitkan Pas Tahunan, yang akan mempermudah akses masuk ke pelabuhan.

"Acara ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan pelabuhan yang aman dan nyaman bagi semua pihak, baik masyarakat sekitar maupun pengguna jasa pelabuhan," tutup Fadly. (SKY/PF/HB)

Reaksi dan Komentar