Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Cuaca Ekstrem, KSOP Tunda Pelayaran MV VOC.Batavia dan Kapal Barang dari Tanjungpinang ke Letung, Tarempa, dan Tambelan

Cuaca Ekstrem, KSOP Tunda  Pelayaran MV VOC.Batavia dan Kapal Barang dari Tanjungpinang ke Letung, Tarempa, dan Tambelan

Kapal penumpang MV.VOC Batavia menunda pelayaran dari Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang menuju Letung dan Tarempa akibat cuaca ekstrem, angin kencang dan gelombang tinggi.

Penundaan ini disampaikan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungpinang pada Sabtu (29/11/2025).

Selain MV VOC Batavia, satu unit kapal barang rute Kijang–Tambelan juga tertahan karena kondisi serupa.

Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli KSOP Kelas I Tanjungpinang, Muhammad Fikri, mengatakan, penundaan telah berlangsung sejak 18 November 2025 dan masih berlanjut hingga hari ini.

“Kami menunda persetujuan berlayar dua kapal sejak 18 November 2025. Selain MV VOC Batavia, ada satu kapal barang dari Kijang tujuan Tambelan,” ujar Fikri.

Menurutnya, keputusan penundaan diambil setelah KSOP berkoordinasi dengan BMKG dan operator kapal.

BMKG lanjutnya, memprediksi ketinggian gelombang mencapai 2–3 meter di rute Letung–Tarempa, sementara rute Kijang–Tambelan diperkirakan berada di kisaran 1,5–2,5 meter.

Fikri juga mengimbau seluruh operator dan perusahaan pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan selama periode cuaca ekstrem ini.

“Penundaan ini kami sampaikan kepada nakhoda setelah berkoordinasi dengan BMKG. Hingga saat ini kami terus memantau perkembangan cuaca,” tegasnya.

Terkait durasi penundaan, KSOP mengaku belum dapat memastikan kapan pelayaran akan kembali dibuka.

Karena, berdasarkan prakiraan BMKG, kondisi cuaca diperkirakan membaik pada 1 Desember 2025 mendatang.

“Kami akan terus memantau. Jika situasi memungkinkan, izin berlayar akan segera kami terbitkan,” tutup Fikri.

Reaksi dan Komentar