Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

CUACA EKSTRIM DI PERAIRAN INDONESIA, KEMENHUB INGATKAN NAKHODA KAPAL PERHATIKAN FAKTOR CUACA SEBELUM BER

CUACA EKSTRIM DI PERAIRAN INDONESIA, KEMENHUB INGATKAN NAKHODA KAPAL PERHATIKAN FAKTOR CUACA SEBELUM BER

​

JAKARTA (9/6) -  Bersamaan dengan masuknya arus balik mudik laut Lebaran, Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan prakiraan cuaca dan kondisi gelombang di laut dari tanggal 8 s.d. 12 Juni 2019.

Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantau (KPLP) Ahmad mengingatkan adanya Peringatan Dini Gelombang Tinggi pada periode waktu tersebut. Untuknya kepada seluruh petugas di lapangan dan juga operator agar memerhatikan betul peringatan tersebut dan terus memperbarui informasi paling lama enam jam sekali.

"Peringatan ini juga berlaku bagi para penumpang agar memahami bila berada pada kondisi cuaca yang kurang baik dan jangan memaksa berangkat jika cuaca tidak bersahabat," tegas Ahmad di Jakarta, Minggu (9/6).

Dia menyampaikan saran keselamatan yang perlu dilakukan oleh operator pelayaran. Harap diperhatikan risiko tinggi keselamatan pelayaran. Diantaranya untuk perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter).

Selanjutnya kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter). Kapal ukuran besar seperti kapal kargo/pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter).

"Kami juga minta kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar selalu waspada," tuturnya.

Tinggi gelombang pada periode tersebut sebesar 1-25 s.d. 2,5 meter dengan status waspada ada di wilayah perairan Selat Malaka bag.Utara, Perairan Barat P.Simeulue, Perairan Padang, Selat Sunda bag.Utara, Perairan Selatan P.Sumba, Selat Sumba, Laut Sawu, Perairan P.Sawu, Perairan Kupang - P.Rote, Laut Timor Selatan NTT, Laut Natuna Utara, Laut Jawa bag.Timur, Perairan Selatan Kalimantan, Perairan Kotabaru, Selat Makassar bag. Selatan, Laut Sumbawa bag.Utara, Perairan Kep.Sabalana - Kep.Selayar, Teluk Bone bag.Selatan, Teluk Tolo, Perairan Selatan Kep.Banggai - Kep.Sula, Perairan Manui - Kendari, Perairan Bau Bau - Wakatobi, Perairan Selatan Ambon, Laut Banda, Laut Flores, Perairan Utara Flores, Perairan Kep.Sermata - Letti, Perairan Kep.Babar - Tanimbar, Perairan Kep.Kei - Kep.Aru, Perairan Barat Yos Sudarso, Perairan Amamapere-Agats, Perairan Fak Fak - Kaimana, Laut Seram bag.Timur, Perairan Manokwari, Perairan Biak, Perairan Utara Jayapura - Sarmi, Samudera Pasifik Utara Papua Barat hingga Papua.

Sedangkan tinggi gelombang 2,5  s.d. 4 meter dengan status berbahaya ada di wilayah perairan Sabang, Perairan Barat Aceh, Perairan Barat Kep.Nias - Kep.Mentawai, Perairan Enggano - Bengkulu, Perairan Barat Lampung, Samudera Hindia Barat Sumatera, Selat Sunda bag.Selatan, Perairan Selatan Banten - P.Sumbawa, Selat Bali - Selat Lombok - Selat Alas bag.Selatan, Samudera Hindia Selatan Jawa Barat hingga NTT, Laut Arafuru. 

Sementara itu, tinggi gelombang sebesar 4 s.d. 6 meter dengan status sangat berbahaya ada di perairan Samudera Hindia Selatan Banten.

"Kondisi gelombang tinggi ada di beberapa titik dan harus menjadi perhatian nakhoda dan Syahbandar," tutup Ahmad.



Reaksi dan Komentar