Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

DALAM DUA JAM, KAPAL PATROLI KPLP SALAWAKU EVAKUASI PENUMPANG KAPAL PELRA DI TUAL

DALAM DUA JAM, KAPAL PATROLI KPLP SALAWAKU EVAKUASI PENUMPANG KAPAL PELRA DI TUAL

​TUAL (18/3) - Kapal patroli KPLP Salawaku KNP. 213 milik Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PPLP) Kelas II Tual berhasil mengevakuasi dalam waktu dua jam kapal pelayaran rakyat dengan tipe Long Boat yang mengalami gangguan mesin mati di Perairan Tual, Maluku Jumat malam (16/3).

Tidak ada korban jiwa dalam musibah yang mengakibatkan kapal pelayaran rakyat tersebut terombang-ambing, hanyut dan terdampar di Pulau Bui.


"Kapal membawa tujuh penumpang, berlayar dari Desa Rumalasari Teor, Watake Seram menuju Pulau UT Tual dengan Long boat," tutur Pelaksana Harian Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Tual Jhon Untajan, Minggu (18/3).

Lebih lanjut Jhon menyebutkan bahwa informasi kapal terdampar tersebut kemarin sore dan langsung menindaklanjutinya dengan menyiapkan kapal patroli KPLP. 

"Kapal yang terdampar di Pulau Bui dengan posisi 05 07 5" S-132 02' 115" E. Langsung saja kami merespon cepat dengan melakukan koordinasi dengan Plt Walikota Tual dan Kapolres Maluku Tenggara untuk pelaksanaan SAR," ujar Jhon.

KN Salawaku berangkat dari dermaga Pangkalan PLP kelas II Tual menuju lokasi musibah berjarak kurang lebuh 85 NM (nautika mill) dibawah pimpinan Kasubsi Operasi, PPLP Tual.

Dari rencana perkiraan tiba sekitar pukul 02.30 WIT setelah berlayar dari pukul 17.00 WIT, kapal tiba pukul 06.00 WIT keesokan harinya (17/3) karena untuk keselamatan, kecepatan kapal dikurangi mengingat gelombang kurang lebih mencapai ketinggian dua meter.
IMG-20180318-WA0017.jpg
Setiba di lokasi, evakuasi pun dimulai. Anak Buah Kapal (ABK) membawa tali kapal ke long boat sepanjang kurang lebih 200 meter dan diikatkan serta ditarik mendekati kapal.

"Evakuasi berlangsung dua jam dan seluruh korban berhasil dinaikkan ke kapal KN Salawaku," papar Jhon.

Usai evakuasi kapal berlayar lagi ke Pelabuhan Yos Sudarso Tual. Sekitar pukul 15.20 WIT kapal telah merapat di dermaga.

"Operasi SAR ini dinilai tercepat karena waktu yang dibutuhkan saat menerima berita, koordinasi antar unsur hingga pergerakan kapal ke lokasi hanya membutuhkan waktu dua jam saja," tutur Jhon.

Sementara itu, Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, Capt. Jhonny R Silalahi mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Kantor UPP Tual dan PPLP Tual dengan berkoordinasi untuk penyelamatan dengan instansi terkait.

"Reaksi cepat yang mampu mengevakuasi di tengah cuaca dan gelombang yang tidak menentu sangat saya apresiasi sehingga tidak ada korban jiwa di dalam musibah pelayaran tersebut," ujar Capt. Jhonny.
IMG-20180318-WA0014.jpg
Capt. Jhonny juga mengingatkan agar selalu mengutamakan keselamatan pelayaran dan memperhatikan faktor cuaca di dalam setiap melakukan pelayaran.

"Kami selalu rutin mengeluarkan maklumat pelayaran yang harus diperhatikan oleh Nakhoda yang akan berlayar. Jangan memaksakan berangkat bila cuaca buruk dan pastikan kapal berada dalam kondisi laik laut sehingga musibah pelayaran di laut dapat diantisipasi dengan baik," tutup Capt. Jhonny.


Reaksi dan Komentar