Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Dari Dermaga Paotere, KSOP Utama Makassar Perkuat Keselamatan Kapal Layar Motor Lewat Sosialisasi Garis Muat

Dari Dermaga Paotere, KSOP Utama Makassar Perkuat Keselamatan Kapal Layar Motor Lewat Sosialisasi Garis MuatDari Dermaga Paotere, KSOP Utama Makassar Perkuat Keselamatan Kapal Layar Motor Lewat Sosialisasi Garis MuatDari Dermaga Paotere, KSOP Utama Makassar Perkuat Keselamatan Kapal Layar Motor Lewat Sosialisasi Garis Muat
Suasana dermaga bersejarah Pelabuhan Paotere menjadi saksi penguatan komitmen keselamatan bahari di Sulawesi Selatan. Pada Rabu (30/9/2026), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Makassar menggelar Sosialisasi Teknis Garis Muat dan Lambung Timbul khusus bagi Kapal Layar Motor (KLM) hingga bobot GT 500. Pertemuan ini mengumpulkan para agen dan nakhoda untuk menyegarkan kembali pemahaman operasional langsung dari jantung pelabuhan rakyat tersebut.

Bukan sekadar garis cat atau batas ukur di atas pelat baja dan kayu, garis muat serta lambung timbul sejatinya adalah penentu batas aman antara kapal dan lautan lepas. Melalui forum dialogis ini, KSOP Utama Makassar mengajak para pelaut melihat aturan kelaiklautan bukan sebagai beban birokrasi, melainkan tameng pelindung stabilitas kapal saat berhadapan dengan dinamika ombak dan cuaca perairan nusantara.

Langkah jemput bola di Paotere ini menggarisbawahi pentingnya pergeseran dari sekadar kepatuhan formal menuju budaya keselamatan yang mengakar. Lewat edukasi interaktif dan komunikasi dua arah, KSOP dan para pelaku pelayaran duduk bersama menyamakan frekuensi, memastikan kesadaran menjaga batas muatan lahir dari kepedulian bersama antar-insan maritim.

Dari bibir dermaga Paotere, sebuah pesan sederhana namun bermakna kuat berlayar ke samudera: kapal yang selamat dan pelayaran yang tertib adalah garansi utama bahwa setiap awak serta muatannya dapat kembali pulang dengan aman. Sinergi ini menjadi fondasi penting KSOP Utama Makassar dalam merawat tradisi pelayaran rakyat agar tetap tangguh, aman, dan berkelanjutan.

Reaksi dan Komentar