Suasana dermaga bersejarah Pelabuhan Paotere menjadi saksi penguatan komitmen keselamatan bahari di Sulawesi Selatan. Pada Rabu (30/9/2026), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Makassar menggelar Sosialisasi Teknis Garis Muat dan Lambung Timbul khusus bagi Kapal Layar Motor (KLM) hingga bobot GT 500. Pertemuan ini mengumpulkan para agen dan nakhoda untuk menyegarkan kembali pemahaman operasional langsung dari jantung pelabuhan rakyat tersebut.
Bukan sekadar garis cat atau batas ukur di atas pelat baja dan kayu, garis muat serta lambung timbul sejatinya adalah penentu batas aman antara kapal dan lautan lepas. Melalui forum dialogis ini, KSOP Utama Makassar mengajak para pelaut melihat aturan kelaiklautan bukan sebagai beban birokrasi, melainkan tameng pelindung stabilitas kapal saat berhadapan dengan dinamika ombak dan cuaca perairan nusantara.
Langkah jemput bola di Paotere ini menggarisbawahi pentingnya pergeseran dari sekadar kepatuhan formal menuju budaya keselamatan yang mengakar. Lewat edukasi interaktif dan komunikasi dua arah, KSOP dan para pelaku pelayaran duduk bersama menyamakan frekuensi, memastikan kesadaran menjaga batas muatan lahir dari kepedulian bersama antar-insan maritim.
Dari bibir dermaga Paotere, sebuah pesan sederhana namun bermakna kuat berlayar ke samudera: kapal yang selamat dan pelayaran yang tertib adalah garansi utama bahwa setiap awak serta muatannya dapat kembali pulang dengan aman. Sinergi ini menjadi fondasi penting KSOP Utama Makassar dalam merawat tradisi pelayaran rakyat agar tetap tangguh, aman, dan berkelanjutan.




Reaksi dan Komentar