Makassar - Sektor maritim kini tidak lagi melulu tentang kemudi kapal dan mesin jangkar, melainkan telah bertransformasi menjadi panggung karier yang inklusif dan multi-dimensi. Menyadari besarnya potensi tersebut, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Makassar, Dr. Ir. Jon Kenedi, M.Mar.Eng., M.M., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., hadir langsung sebagai narasumber utama dalam agenda Sosialisasi Peluang Karier di Sektor Maritim bagi Tenaga Kerja Bidang Kesehatan, Perhotelan, dan Tata Boga. Kegiatan inspiratif yang membuka cakrawala baru ini digelar di Aula Poltekpel Barombong pada Jumat, 24 Juli 2026, dengan mempertemukan para akademisi, praktisi, serta ratusan peserta yang siap menjemput peluang kerja di industri belahan dunia.
Dalam pemaparan materi yang komprehensif, Dr. Ir. Jon Kenedi membuka mata para peserta bahwa samudra luas menawarkan bentangan karier yang sangat masif di luar profesi pelaut konvensional. Keberadaan industri kapal pesiar, armada niaga internasional, hingga fasilitas lepas pantai saat ini membutuhkan sokongan masif dari para profesional di bidang kesehatan untuk tim medis, ahli perhotelan untuk manajemen pelayanan, hingga tenaga tata boga demi memastikan kualitas logistik pangan di laut. Namun, di balik peluang emas tersebut, beliau memberikan catatan penting sekaligus tantangan terbuka bagi seluruh peserta untuk tidak cepat berpuas diri. Beliau menekankan pentingnya penguatan kompetensi teknis yang radikal, penguasaan bahasa asing sebagai alat komunikasi global, serta kepemilikan sertifikasi internasional yang valid sebagai modal utama agar mampu berdiri tegak dan memenangkan persaingan ketat di pasar kerja maritim global.
Melalui penyelenggaraan sosialisasi yang interaktif ini, dampak yang diharapkan tentu tidak berhenti pada tataran pemahaman teori semata, melainkan menjadi pemantik motivasi yang kuat bagi generasi muda untuk segera bergerak mengambil tindakan nyata. Forum ini berhasil menyuntikkan kesadaran baru mengenai betapa prospektifnya masa depan ekonomi biru jika dikelola oleh tangan-tangan yang tepat. Dengan bekal informasi taktis yang telah dibagikan, para peserta kini ditantang untuk mempersiapkan diri secara matang, mentransformasikan diri menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak hanya unggul dan profesional, tetapi juga memiliki daya saing internasional yang tinggi. Sinergi antara edukasi maritim dan keahlian spesifik ini diharapkan mampu mencetak talenta-talenta lokal yang siap menguasai panggung industri maritim dunia.




Reaksi dan Komentar