Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

DIRJEN HUBLA, CEK SARANA DAN PRASARANA TRANSPORTASI LAUT PASCA GEMPA 7,7 SR DI SULAWESI TENGAH

DIRJEN HUBLA, CEK SARANA DAN PRASARANA TRANSPORTASI LAUT PASCA GEMPA 7,7 SR DI SULAWESI TENGAH

​JAKARTA (28/9) - Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo memerintahkan jajarannya untuk mengecek sarana dan prasarana transportasi laut di Sulawesi Tengah khususnya Kota Palu dan sekitarnya pasca gempa 7.7 SR yang terjadi sore tadi (28/9).

Menurut informasi yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa dengan skala 7.7 SR terjadi pada pukul 17.02 WIB dengan kedalaman 10 km yang bersumber dari 80 km sebelah barat kota Palu.

Dirjen Agus menyampaikan duka yang mendalam terhadap terjadinya musibah gempa bumi yang terjadi di Sulawei Tengah dan sekitarnya tersebut.

"Gempa di  Sulawesi Tengah khususnya di Kota Palu dan sekitarnya tentu meninggalkan efek dan trauma bagi warga. Semoga warga kota Palu dan sekitarnya dalam kondisi selamat pasca gempa tersebut," ujar Dirjen Agus.

Dirjen Agus juga memerintahkan jajarannya untuk mengecwk sarana dan prasarana yang terkena gempa tersebut  khususnya kota Palu dan sekitarnya.

"Sejauh pengecekan yang telah kami lakukan, dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) di wilayah Palu dan sekitarnya  seperti Pelabuhan Ampana dilaporkan aman, Pelabuhan Luwuk Aman," ujar Dirjen Agus.

Selain kedua pelabuhan tersebut, terjadi kerusakan akibat gempa di Pelabuhan Ogoamas berupa adanya retak di Talaud dan terjadi pergeseran dermaga ke sisi kanan sepanjang 3 cm.

"Kami belum mendapatkan laporan dari Pelabuhan Palu, Pantoloan dan Donggala karena jaringan komunikasi terputus akibat gempa," terang Dirjen Agus.

Dirjen Agus meminta agar jajarannya di lokasi gempa untuk tetap waspada terhadap gempa susulan yang masih terjadi sewaktu-waktu dan menginstruksikan untuk terus melakukan pengawasan dan pengecekan adanya kerusakan pasca gempa bumi di pelabuhan.

Sementara itu, sesuai arahan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Ditjen Perhubungan Laut akan membentuk Quick Response Team yang langsung diterjunkan ke lokasi bencana gempa bumi tersebut.

"Kami telah membentuk Quick Respone Team untuk membantu memberikan pertolongan bagi korban gempa. Saya juga menginstruksikan agar UPT di sekitar wilayah bencana gempa tersebut untuk memberikan pertolongan sebagai bagian dari Quick Response Team Ditjen Perhubungan Laut," ujar Dirjen Agus.

Dirjen Agus juga menjelaskan bahwa kapal patroli kelas I dan kelas II dari KSOP Bitung dan Pangkalan PLP Bitung sebagai bagian dari Quick Response Team siap siaga untuk membantu musibah gempa bumi tersebut.

Sebagai informasi, Ditjen Perhubungan Laut juga menyiapkan posko khusus untuk memantau perkembangan musibah gempa tersebut dengan lokasi di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan yang mulai beroperasi besok (29/9).


Reaksi dan Komentar