Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

DIRJEN HUBLA LAKUKAN KUNJUNGAN KERJA KE TERMINAL CONTAINER PELABUHAN TANJUNG PRIOK

DIRJEN HUBLA LAKUKAN KUNJUNGAN KERJA KE TERMINAL CONTAINER PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Jakarta – Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi hari ini berkunjung ke  Pelabuhan Tanjung Priok didampingi oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Ir. A Tonny Budiono,MM,  Direktur Kepelabuhanan, Mauritz Sibarani, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Bay M Hasani, Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Victor Vikki Subroto, serta Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Sugeng Wibowo.

Kunjungan Menteri Perhubungan tersebut disambut baik oleh Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Elvyn G. Masassya. Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Bapak I Nyoman Gde Saputra, dan Kepala Kantor Syahbandar Utama Tanjung Priok Capt Sahattua P. Simatupang.

Tonny Budiono menyebutkan bahwa kunjungan Menteri Perhubungan dan jajarannya ke Pelabuhan Tanjung Priok ini adalah untuk meninjau New Priok Container Terminal One (NPCT1) yang merupakan fase 1A dari keseluruhan Proyek New Priok Container Terminal.NPCT1 ini telah beroperasi secara komersial sejak tanggal 18 Agustus 2016 yang lalu untuk menampung dan menangani jumlah kapal container beserta muatannya yang masuk semakin banyak," ujar Tonny.

Dari rilis PT. Pelindo, disebutkan bahwa NPCT1 memiliki luas lahan kurang lebih 32 Ha dan kapasitas sebesar 1,5 juta TEUs per tahun. Dengan total panjang dermaga 850 meter pada akhir 2016 dan kedalaman -14 meter LWS (akan dikeruk secara bertahap hingga -20 meter). Terminal baru ini diproyeksikan untuk dapat melayani kapal petikemas dengan kapasitas 13 ribu – 15 ribu TEUs dengan bobot di atas 150 ribu DWT.

Lebih lanjut diinformasikan dalam rilis tersebut, sebagai bagian dari Pelabuhan New Priok atau yang sering dikenal juga sebagai Pelabuhan Kalibaru, terminal ini akan dikembangkan dan dioperasikan oleh salah satu perusahaan Pelindo yaitu PT New Priok Container Terminal One. NPCT1 merupakan terminal petikemas pertama dalam pembangunan Fase 1 Terminal New Priok yang terdiri atas tiga terminal petikemas dan dua terminal produk. Pembangunan Fase 2 Terminal New Priok akan dilaksanakan setelah pengoperasian Fase 1 New Priok. Ketika proyek New Priok telah selesai, akan ada total tujuh terminal petikemas dan dua terminal produk dengan area pendukungnya yang memiliki total area 411 Ha.

Terminal Container yang baru ini diharapkan dapat mendukung percepatan dan pemerataan pembangunan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Untuk mencapai hal tersebut, Kementerian Perhubungan khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan laut akan memberikan dukungan penuh terhadap perwujudan dan penataan pelabuhan Tanjung Priok yang lebih baik lagi dalam rangka memberikan pelayanan yang cepat,   efektif dan efisien kepada masyarakat pengguna jasa transportasi laut.

"Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan laut selalu siap memberikan dukungan untuk mewujudkan pelayanan transportasi laut yang lebih baik sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku," tutup Tonny.

Reaksi dan Komentar