Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Dishub Aceh Bersama KSOP Malahayati dan PT ASDP Banda Aceh Gelar FGD Bahas Validitas Manifest Penumpang

Dishub Aceh Bersama KSOP Malahayati dan PT ASDP Banda Aceh Gelar FGD Bahas Validitas Manifest Penumpang

BANDA ACEH – Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Penguatan Kepatuhan dan Akurasi Data Manifest" di Aula Multimoda Gedung Balai Dinas Perhubungan Aceh, Banda Aceh, pada Rabu (23/9/2026). Forum ini dilaksanakan bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Malahayati serta General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh untuk membahas pentingnya validitas data manifes penumpang dan kendaraan.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal. Diskusi ini menghadirkan Kepala KSOP Kelas IV Malahayati, Capt. Amfami, S.H., M.M., M.Mar., serta General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh, Mochamad Haryanto, dan Kepala Kantor PT Jasa Raharja Aceh, Sugeng Hariadi. Turut hadir para pemangku kepentingan terkait yang mengikuti acara secara luring maupun daring.

FGD ini diselenggarakan sebagai respons atas rentetan musibah kecelakaan kapal sepanjang tahun 2026. Keakuratan serta validitas data manifes di lapangan dinilai menjadi pilar utama dalam menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran di wilayah Aceh.

"Data manifes yang akurat dan terverifikasi bukan sekadar urusan kelengkapan administrasi, melainkan pilar utama keselamatan serta keamanan pelayaran. Setiap penumpang dan kendaraan yang berada di atas kapal wajib tercatat secara valid sesuai kondisi riil guna mencegah ketidaksesuaian data maupun risiko melebihi kapasitas," tegas Capt. Amfami saat menjadi narasumber.

Melalui forum koordinasi ini, pihak regulator, operator, dan Jasa Raharja berkomitmen memperketat proses pencatatan hingga validasi data sebelum kapal diberangkatkan. Selain memetakan kendala teknis di lapangan, forum ini mendorong penerapan sistem pengelolaan manifes yang terintegrasi dan real-time demi terwujudnya layanan transportasi laut yang aman, selamat, nyaman, dan akuntabel.

Keselamatan Pelayaran

Reaksi dan Komentar