Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Ditinjau Presiden, Pelabuhan Patimban Akan Soft Opening Juni 2020 29/11

Ditinjau Presiden, Pelabuhan Patimban Akan Soft Opening Juni 2020 29/11

​

Subang - Siang ini, Jumat (29/11), Presiden RI Joko Widodo didampingi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, bersama sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju seperti, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung meninjau langsung proyek pembangunan Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Direncanakan pada bulan Juni 2020 akan dilakukan soft opening Pelabuhan Patimban tahap pertama. 

“Progresnya (proyek Pelabuhan Patimban) ini bagus dan kita harapkan tahapan pertama nanti akan kita selesaikan pada Juni 2020,” jelas Presiden Jokowi.

Presiden mengatakan, Pelabuhan Patimban nantinya pada tahun 2027 akan menjadi pelabuhan besar yang akan difungsikan untuk kegiatan ekspor industri otomotif dari Indonesia ke luar negeri.
IMG-20191129-WA0142.jpg
“Kita ingin ini jadi sebuah HUB besar untuk otomotif dan logsitik yang kita ekspor ke Australia, New Zealand dan negara-negara ASEAN, semua berangkat dari Patimban ini. Ini semua dalam rangka memperbaiki daya saing (competitiveness) kita,” ungkap Presiden.

Sementara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, proyek pembangunan Pelabuhan Patimban membutuhkan investasi sekitar 40 Triliun Rupiah. Dari kebutuhan tersebut, sebesar 23,5 Triliun Rupiah didapatkan dari pinjaman Japan International Cooperation Agency (JICA) yaitu untuk tahap 1 fase 1 sebesar 14 Triliun Rupiah dan tahap 1 fase 2 sebesar 9,5 Triliun Rupiah. 

Proyek Pembangunan Pelabuhan Patimban secara keseluruhan dilakukan dalam 3 tahap. Tahap 1 fase 1, akan diselesaikan pada bulan November 2020 dengan kapasitas kapasitas 218.000 kendaraan untuk terminal kendaraan dan 250.000 TEUs untuk terminal peti kemas. Kemudian dilanjutkan dengan pengembangan pada tahap 1 fase 2 yang ditargetkan pada tahun 2021 - 2023, dengan kapasitas optimum untuk kendaraan itu adalah 600.000 kendaraan dan kontainer sejumlah 3,75 juta TEUs. Tahap 2 dan tahap 3 akan dilakukan pada 2024-2027 yaitu dilakukan pengembangan terminal peti kemas hingga mencapai kapasitas maksimal yaitu diatas 7 juta TEUs. 

Total luas pelabuhan ini adalah 654 hektar dengan rincian 300 hektar untuk terminal peti kemas dan terminal kendaraan serta 354 hektar akan diperuntukkan back up area berisi area pergudangan, perkantoran, pengelolaan, dan area bisnis.

Diharapkan dengan beroperasinya Pelabuhan Patimban secara keseluruhan, dapat mengurangi biaya logistik dengan mendekatkan pusat produksi dengan pelabuhan, memperkuat ketahanan ekonomi, mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas (ekspor-impor) kendaraan di Tanjung Priok di Jakarta dengan pembagian arus lalu lintas kendaraan, serta menjamin keselamatan pelayaran termasuk area eksplorasi minyak dan gas.
IMG-20191129-WA0143.jpg
Sementara itu, paralel dengan pembangunan terminal, saat ini Kementerian PUPR tengah membagun akses jalan dari dan menuju Pelabuhan Patimban yang ditargetkan akan selesai pada bulan April 2020 mendatang, sebelum pelaksanaan soft launching Pelabuhan Patimban. (LNM/RDL/YSP/HA)


Reaksi dan Komentar