Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

DITJEN HUBLA GELAR RAKOR KESIAPAN ANGKUTAN LAUT LEBARAN 2016/1437 H 02/

DITJEN HUBLA GELAR RAKOR KESIAPAN ANGKUTAN LAUT LEBARAN 2016/1437 H 02/

​

Guna memantapkan koordinasi antar instansi terkait, penyedia jasa  maupun asosiasi yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan angkutan laut lebaran, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menggelar Rapat Koordinasi Kesiapan Angkutan Laut Lebaran tahun 2016 (1437 H) pada tanggal 2 Juni 2016 bertempat di Ruang Nanggala Gedung Cipta Kementerian Perhubungan. Rapat Koordinasi ini dipimpin Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Ir. Adolf R. Tambunan. M.Sc dan dihadiri perwakilan dari BMKG, BASARNAS, TNI AL, para pejabat di lingkungan Kementerian Perhubungan, para Kepala UPT Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, para operator (perusahaan penyedia jasa), serta seluruh stakeholders terkait di bidang pelayaran.

 

Dalam paparannya, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut mengatakan bahwa prediksi jumlah penumpang yang menggunakan jasa armada laut pada masa angkutan lebaran tahun 2016 (1437H) diperkirakan sebanyak 1.607.053 orang atau mengalami peningkatan jumlah penumpang sebanyak  48.807 orang atau 3 % dibanding realisasi jumlah penumpang tahun 2015 sebanyak 1.560.246 orang. 

 

"Hal ini dipengaruhi  oleh jumlah hari libur pada Lebaran Tahun 2016  lebih panjang yaitu 9 hari serta bersamaan dengan libur akhir semester anak sekolah, disamping  adanya penambahan 1 kapal penumpang milik PT. Pelni dan 10 trayek kapal perintis" jelas Adolf R. Tambunan.

 

Penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran tahun 2016 (1437 H), dilaksanakan mulai H-18 (18 Juni 2016) sampai dengan H+17 (24 Juli 2016). Bersamaan dengan penyelenggaraan angkutan laut lebaran ini akan dilakukan kegiatan pemantauan dan pengendalian lalu lintas dan angkutan laut melalui Posko Angkutan Laut lebaran tahun 2016  (1437 H). Posko ini merupakan bagian dari Posko Angkutan Lebaran Terpadu Kementerian Perhubungan. Dengan adanya posko angkutan laut lebaran ini maka seluruh tugas yang terkait dengan kegiatan pemantauan dan pengendalian lalu lintas dan angkutan laut pada lebaran tahun 2016 (1437 H) secara langsung di bawah koordinasi posko tersebut.

 

Selain itu, juga dilakukan pemantuan pada 52 pelabuhan yang diprediksi akan mengalami lonjakan penumpang serta melakukan uji petik terhadap pemenuhan standar keselamatan pelayaran pada pelabuhan-pelabuhan yang banyak menangani kapal penumpang. Dari 52 pelabuhan yang dipantau tersebut, diperkirakan terdapat 9 pelabuhan terpadat yang akan dilalui para pemudik yaitu pelabuhan Sei Pakning, Tanjung Balai Karimun, Batam, Tanjung Batu, Tanjung Uban, Tanjung Pinang, Tanjung Perak, Tarakan, Makassar dan Ternate.

 

Melalui upaya-upaya tersebut di atas, Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut berharap masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik dapat berjalan dengan lancar, tertib, aman dan nyaman serta dapat mengurangi kepadatan dan kecelakaan yang terjadi pada masa angkutan lebaran tahun ini.

Reaksi dan Komentar