Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

DITJEN HUBLA KEMENHUB SIAPKAN LANGKAH - LANGKAH DUKUNGAN PENANGANAN BENCANA TSUNAMI DI PANTAI PESISIR SE

DITJEN HUBLA KEMENHUB SIAPKAN LANGKAH - LANGKAH DUKUNGAN PENANGANAN BENCANA TSUNAMI DI PANTAI PESISIR SE

​JAKARTA (23/12) - Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menyiapkan langkah - langkah dukungan penanganan bencana tsunami yang terjadi di pantai pesisir Selat Sunda kemarin (22/12).


Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Junaidi mengatakan bahwa langkah - langkah ini merupakan hasil pertemuan di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan pada hari ini (23/12) yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kemenhub, Djoko Sasono.

"Langkah pertama adalah menyiapkan akses masuk ke wilayah yang terdampak bencana tsunami melalui laut sebagai alternatif mengingat akses darat ada segmen yang tidak dapat atau sulit dilalui," ujar Junaidi.

Selanjutnya, langkah kedua adalah menetapkan Pelabuhan Tanjung Priok, Dermaga Indah Kiat, Banten sebagai titik pengiriman bantuan dan tempat sandar kapal-kapal yang diperbantukan untuk mengangkut relawan dan barang-barang kebutuhan pokok. Disamping itu disiapkan juga Pelabuhan Ciwandan sebagai titik alternatif.

Langkah ketiga adalah mengoptimalkan pengerahan kapal negara Ditjen Hubla  dari Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP), kapal Kenavigasian dan kapal patroli KSOP.

"Selanjutnya, adalah mengerahkan tenaga medis dari Balai Kerja dan Kesehatan Pelabuhan (BKKP) Ditjen Perhubungan Laut untuk membantu para korban yang cidera maupun yang mengalami trauma. Besok tim medis akan berangkat dengan mobil ambulan ke lokasi UPP Labuan," ujar Junaidi.
IMG-20181223-WA0111.jpg
Junaidi menambahkan bahwa KSOP Kelas I Banten ditunjuk sebagai lead koordinator di Merak Banten dan KSOP Panjang sebagai lead koordinator untuk wilayah Lampung dalam penanganan bencana tsunami dimaksud. Ditjen Hubla juga akan berkoordinasi dengan unsur lainnya seperti Ditjen Perhubungan Darat.

"Posko penanganan bencana tsunami di Selat Sunda akan disiapkan di Kantor Pusat Ditjen Hubla bersamaan dengan Posko Angkutan Laut Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 yang sudah ada untuk memonitor pergerakan kapal-kapal dan mengoptimalkan kapal negara serta kapal lainnya untuk pemberian bantuan. Semoga semua ini dapat meringankan beban para Saudara kita yang sedang tertimpa bencana tsunami," tutup Junaidi.

Sementara itu KSOP Kelas I Banten siap menerima dan menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk membantu para korban bencana tsunami di Selat Sunda yang terjadi kemarin (23/12). 

Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dengan memberikan bantuan kemanusiaan dapat menghubungi 

1. Capt. Joshua /081284922218
2. Made suartama /087875050537
3. Asnawi /08127307191
4. Sujarwo/08129663613
5. Wayan bayu/082123157848
6. Prima /081314018997


Reaksi dan Komentar