Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Ditjen Hubla Kerahkan 10 Kapal Bantu Cari Air Asia QZ8501 30/12/2014

Ditjen Hubla Kerahkan 10 Kapal Bantu Cari Air Asia QZ8501 30/12/2014

​

Jakarta - Sebagai bagian dari upaya pertolongan pada peristiwa musibah hilangnya pesawat Air Asia dengan nomor QZ.8501, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengerahkan 10 armada kapalnya dalam rangka membantu pencarian tersebut. Kapal-kapal yang dikirim tersebut merupakan kapal negara Kenavigasian dan KPLP Ditjen Hubla. Menurut Direktur Kenavigasian Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, A. Tonny Budiono, posisi terakhir kapal dalam bantuan pencarian dan penyelamatan per 29 Desember 2014 pukul 16.45 WIB adalah sebagai berikut:

1. KN. Andromeda; 08:24 LT 4 mil Barat Pulau Dapur (Selat bangka).

2. KN. Alnilam; 191214 14:00 LT 02 43 12 LS / 109 33 37 BT (31 mil Barat Pulau Bawal).

3. KN. Mitra Utama; 12:30 LT 50 mil Selatan Pulau Belitung.

4. KN. Jadayat; 14 mil melewati Pulau Mantang.

5. KN. Alugara; 291214 14:00 LT Selatan Batam.

6. KN. Sarotama

7. KN. Cundamani

8. KN. Trisula

9. KN. Bimasakti Utama; Dermaga Distrik Navigasi Kelas I Surabaya.

10. KN. Arcturus; baru bertolak dari Belawan.

Adapun upaya lainnya Kementerian Perhubungan juga telah menyiarkan Maklumat Pelayaran (Distress Message) secara berulang melalui Stasiun Radio Pantai kepada kapal-kapal di sekitar lokasi yang diduga jatuhnya pesawat Air Asia QZ.8501 tersebut untuk melakukan pertolongan jika ditemukan korban dan untuk menyampaikan informasi ke Stasiun Radio Pantai terdekat.

Kementerian Perhubungan juga memerintahkan berita atau informasi melalui Stasiun Radio Pantai (SROP) pada tahap I selama 3 x 24 jam. SROP Pantauan aktif tersebut meliputi SROP Pontianak, Pangkal Balam, Muntol, Tanjung Pandan, Batam, Tanjung Priok dan Belawan.

 

Reaksi dan Komentar