Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

DITJEN HUBLA KERAHKAN KAPAL PATROLI KNP KALIMASADA TANGANI KECELAKAAN MV. STAR CENTURION

DITJEN HUBLA KERAHKAN KAPAL PATROLI KNP KALIMASADA TANGANI KECELAKAAN MV. STAR CENTURION
JAKARTA (14/1) – Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo, telah mengerahkan kapal patroli KPLP KNP. Kalimasadha-P.115 dari pangkalan PLP Tanjung Uban untuk membantu proses penyelamatan dan evakuasi musibah kecelakaan antara kapal tanker berkebangsaan Hong Kong, MT. Antea dengan kapal khusus pekerjaan kabel bawah air berkebangsaan Vanuatu, MV. Star Centurion pada posisi 01 24.30’ LU - 104 35.32’BT atau 10.6 nautical miles arah Utara Tanjung Berakit, Pulau Bintan yang terjadi kemarin (14/1).

Saat ini, ungkap Agus, KNP. Kalimasadha-P115 telah berada di lokasi terbaliknya MV. Star Centurion bersama dengan 3 kapal lain yang standby di titik lokasi kejadian, yaitu MV. Marina Onyx, MV. Maju Sun, dan MV. Swiber Anna.

“Selanjutnya, KNP. Kalimasadha-P115 bergerak menuju titik lokasi MT. Antea, lebih kurang 8 nautical miles dari titik lokasi ke arah utara,” kata Agus.
WhatsApp Image 2019-01-14 at 15.04.54.jpeg
Agus menjelaskan, bahwa posisi MV. Star Centurion pada saat ini telah terbalik dan tenggelam. Kapal dipastikan telah dikosongkan dan tidak ada personil yang berada di dalam kapal.

Adapun 22 (dua puluh dua) orang kru kapal, jelas Agus, telah dievakuasi dengan selamat dengan bantuan dari Maritime and Port Authority (MPA) Singapore.

Lebih lanjut, menurut Agus, sebuah perusahaan jasa tunda pelabuhan di Singapura, Keppel SMIT Towage, dilibatkan untuk melakukan penyelamatan dan evakuasi badan kapal. SMIT akan bekerjasama dengan mengerahkan Tug Boat PACIFIC VALOUR (bendera Indonesia/IMO 9443516) menuju lokasi kejadian, membantu proses penyelamatan kapal MV. Star Centurion.

MV. Star Centurion sendiri merupakan kapal asing jenis Pipe Laying Barge yang digunakan oleh PT. Timas Samudera Indonesia untuk kegiatan lain yang tidak termasuk kegiatan mengangkut penumpang dan/atau barang dalam kegiatan angkutan laut dalam negeri.

Persetujuan penggunaan kapal asing ini dikeluarkan melalui Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP. 33 Tahun 2019. Persetujuan ini dikeluarkan dengan pertimbangan untuk mendukung kepentingan nasional, yaitu untuk proyek migas pengembangan lapangan TSB fase 2 (dua) blok Kangean Jawa Timur untuk menambah produksi gas dari blok Kangean sebesar 233 BCF yang akan disalurkan ke Jawa Timur.

Agus menyampaikan, bahwa saat ini penyebab kecelakaan masih dalam proses investigasi Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT). Namun demikian, pihaknya sangat menyesal dan menyayangkan terjadinya kecelakaan yang melibatkan dua kapal tersebut. 

Agus mengingatkan dan menghimbau kepada seluruh pengguna jasa transportasi laut untuk menjadikan keselamatan pelayaran sebagai prioritas utama. 

“Patuhi aturan yang berlaku dan perhatikan sarana bantu navigasi pelayaran yang ada, karena keselamatan pelayaran adalah tanggung jawab kita bersama,” tutup Agus.


Reaksi dan Komentar