Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Ditjen Hubla Lantik dan Revalidasi 55 Port State Control Officer Indonesia Tahun 2026

Ditjen Hubla Lantik dan Revalidasi 55 Port State Control Officer Indonesia Tahun 2026Ditjen Hubla Lantik dan Revalidasi 55 Port State Control Officer Indonesia Tahun 2026Ditjen Hubla Lantik dan Revalidasi 55 Port State Control Officer Indonesia Tahun 2026Ditjen Hubla Lantik dan Revalidasi 55 Port State Control Officer Indonesia Tahun 2026Ditjen Hubla Lantik dan Revalidasi 55 Port State Control Officer Indonesia Tahun 2026

JAKARTA (29/1) —  Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melaksanakan kegiatan Pengukuhan dan Revalidasi Pejabat Pemeriksa Kelaiklautan dan Keamanan Kapal Asing (Port State Control Officer/PSCO) sebagai upaya memperkuat pengawasan keselamatan dan keamanan pelayaran di perairan Indonesia, Kamis (29/1) di Jakarta. 

Pelantikan dan pengukuhan PSCO secara resmi dilakukan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut yang diwakili oleh Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP), Capt Hendri Ginting. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam memperkuat kapasitas dan profesionalisme sumber daya manusia pengawasan keselamatan dan keamanan pelayaran.

Direktur KPLP, Capt Hendri Ginting dalam sambutannya menegaskan bahwa PSCO memiliki peran strategis dalam menjaga reputasi Indonesia di tingkat internasional, khususnya dalam memastikan kepatuhan kapal terhadap standar keselamatan dan keamanan pelayaran.

“PSCO memegang peranan penting dalam memastikan kapal laik laut serta mencegah terjadinya detensi kapal berbendera Indonesia di luar negeri yang dapat merugikan citra bangsa,” ujar Direktur KPLP.

Menurutnya, kegiatan pengukuhan dan revalidasi ini juga bertujuan untuk memastikan ketersediaan PSCO yang profesional, berintegritas, dan memiliki pengetahuan terkini, seiring meningkatnya lalu lintas kapal asing di perairan Indonesia serta kapal berbendera Indonesia yang berlayar ke luar negeri.

Lebih lanjut, Capt. Hendri menyampaikan bahwa keberadaan PSCO yang andal menjadi faktor penting dalam mempertahankan status Indonesia pada White List Tokyo MoU, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang keselamatan pelayaran.

"Tantangan maritim sangat kompleks, sehingga diharapkan kepada setiap PSCO untuk belajar dan upgrade knowledge terkait keselamatan pelayaran," tegasnya. 

Sebanyak  14 peserta telah dikukuhkan sebagai mentor PSCO, 15 orang untuk PSCO baru, dan 26 orang revalidasi. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menjawab keterbatasan jumlah PSCO di Indonesia serta memperkuat citra Indonesia sebagai negara kepulauan yang berkomitmen tinggi terhadap keselamatan dan keamanan pelayaran internasional.

Pada kesempatan tersebut, Direktur KPLP menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Australia, khususnya kepada Mrs. Michelle La Rue, Transport Counsellor Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, dan Mr. David Penny, Expert dari Australian Maritime Safety Authority (AMSA), serta Bapak Bimo Suwarno Project Manager AMSAT, yang selama ini berkontribusi dalam peningkatan kapasitas dan profesionalisme PSCO Indonesia melalui program Indonesia Transport Safety Assistance Package (ITSAP) yang dilaksanakan secara berkelanjutan sejak tahun 2008.

“Dukungan dan kolaborasi ini menjadi bukti kuatnya kerja sama Indonesia–Australia di bidang keselamatan dan keamanan pelayaran,” tambahnya.

Capt. Hendri juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh mentor dan narasumber yang telah berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta apresiasi kepada para peserta yang telah mengikuti kegiatan pengukuhan dengan baik. Harapan kedepannya terbentuk PSCO yang profesional, memahami regulasi IMO dan ketentuan Tokyo MoU, dan mampu menjalankan fungsi pengawasan kapal asing di pelabuhan Indonesia secara konsisten dan kredibel.

Menutup sambutannya, Direktur KPLP berharap agar ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sistem Port State Control Indonesia, sekaligus mendukung terwujudnya keselamatan, keamanan, dan perlindungan lingkungan maritim secara berkelanjutan. (SRW/ETJ/HJ)

Reaksi dan Komentar