Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

DITJEN HUBLA SELENGGARAKAN PELETAKAN LUNAS (KEEL LAYING) TERPADU KEGIATAN PEMBANGUNAN 15 UNIT KAPAL KONT

DITJEN HUBLA SELENGGARAKAN PELETAKAN LUNAS (KEEL LAYING) TERPADU KEGIATAN PEMBANGUNAN 15 UNIT KAPAL KONT

​

(Lamongan, Jatim) Sektor kemaritiman telah menjadi prioritas pembangunan Pemerintah selama lima tahun kedepan (2016 – 2020). Gagasan besar menuju poros maritim dunia telah dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia yang salah satunya dapat dicapai dengan membangun tol laut, yang merupakan sistem jalur distribusi logistik menggunakan angkutan kapal barang dengan rute terjadwal dari ujung barat hingga timur dan dari utara ke selatan Indonesia.

Sistem jalur distribusi logistik mempunyai peranan cukup besat dalam perdagangan dunia. Negara yang mempunyai sistem distribusi logistik terintegrasi dengan baik akan mempunyai tingkat efektifitas dan efisiensi yang tinggi, sehingga mempunyai daya saing dalam pemasaran suatu produk yang berkualitas dan murah pada perdagangan dunia.

 

Untuk itu, guna meningkatkan kelancaran arus barang melalui jalur laut secara teratur dan terjadwal sehingga dapat mengoptimalkan biaya transportasi dan menjamin ketersediaan kebutuhan bahan pokok dengan harga kompetitif maka Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan membangun Kapal Kontainer 100 TEUs sebanyak 15 Unit dengan anggaran sebesar Rp. 1,694,453,297,225,- (Satu Triliun Enam Ratus Sembilan Puluh Empat Miliar Empat Ratus Lima Puluh Tiga Juta Dua Ratus Sembilan Puluh Tujuh Ribu Dua Ratus Dua Puluh Lima Rupiah) yang dibebankan pada anggaran DIPA Satker Peningkatkan Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Laut Tahun Anggaran 2016.

 

Dan pada hari ini, 2 Juni 2016 pukul 10.00 WIB bertempat di Galangan Kapal PT. Daya Radar Utama Lamongan dilakukan peletakan Lunas (Keel Laying) 15 Unit Kapal Kontainer 100 TEUs oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya, Capt. Hari Setyobudi, MM.

Pada kesempatan tersebut, Capt. Hari Setyobudi, MM menyampaikan bahwa pembangunan Kapal Kontainer ini dilakukan atas permintaan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut guna meningkatnya kelancaran arus barang melalui jalur laut di seluruh wilayah Indonesia, sehingga pada gilirannya selain dapat mengoptimalkan biaya transportasi dan menjamin ketersediaan kebutuhan bahan pokok dengan harga yang kompetitif juga akan mengurangi adanya perbedaan (disparitas) harga antara jawa dengan luar jawa.

"Dengan pembangunan Kapal Kontainer 100 TEUs sebanyak 15 unit tersebut diharapkan dapat menciptakan efisiensi biaya tranportasi barang, penyediaan angkutan barang yang tetap dan teratur serta terjadwal, mengurai persoalan distribusi logistik nasional dan diharapkan akan diperoleh sistem logistik yang handal," ujar Capt. Hari Setyobudi, MM.

Adapun saat ini proses pembangunan Kapal Kontainer 100 TEUs sedang berlangsung di 8 (delapan) galangan nasional yaitu: PT Bandar Abadi Batam (1 unit), PT. Industri Kapal Indonesia Makassar (2 unit), PT. Daya Radar Utama Lamongan (5 unit), PT. Mariana Bahagia Palembang (2 unit), PT. Janata Marina Indah Semarang (1 unit), PT. Orela Shipyard Gresik (2 unit), PT. Dumas Shipyard Surabaya (1 unit) dan PT. KSO DOK Kodja Bahari – Krakatau Shipyard Banten (1 unit).

Kegiatan Keel Laying pembangunan Kapal Kontainer dilaksanakan setelah kemajuan pekerjaan mencapai 1% atau blok terpasang mencapai 50 ton. Diharapkan pembangunan Kapal Kontainer ini nantinya akan memberikan manfaat kepada masyarakat luas, khususnya dalam menjaga ketersediaan barang serta mengurangi disparitas harga barang di seluruh wilayah Indonesia serta mampu menjadi pelopor dalam menggerakkan perekonomian dan sanggup mewujudkan kemandirian ekonomi suatu wilayah.

Reaksi dan Komentar