Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

DITJEN HUBLA TANDATANGANI BASTA PELABUHAN TELUK PALU

DITJEN HUBLA TANDATANGANI BASTA PELABUHAN TELUK PALUDITJEN HUBLA TANDATANGANI BASTA PELABUHAN TELUK PALUDITJEN HUBLA TANDATANGANI BASTA PELABUHAN TELUK PALUDITJEN HUBLA TANDATANGANI BASTA PELABUHAN TELUK PALU

JAKARTA (21/5) - Kementerian Perhubungan c.q Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Kepelabuhanan telah melaksanakan penandatangan Berita Acara Serah Terima Aset (BASTA) Pelabuhan Teluk Palu, yaitu Pelabuhan Donggala, Pelabuhan Wani, dan Pelabuhan Pantoloan dari Satuan Kerja (Satker) Peningkatan Fungsi Kepelabuhanan Pusat Kepada KSOP Kelas II Teluk Palu.

Penandatanganan BASTA tersebut dilaksanakan oleh Direktur Kepelabuhanan, Muhammad Masyhud dengan Kepala KSOP Kelas II Teluk Palu, Capt. Alexander Seleng Allokendek yang disaksikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Capt. Antoni Arif Priadi di Jakarta, Selasa (21/5).

Dalam sambutannya, Capt. Antoni mengatakan bahwa pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi Pelabuhan Teluk Palu bertujuan untuk melakukan pemulihan infrastruktur pelabuhan yang terdampak pasca bencana alam termasuk pemulihan ekonomi masyarakat sekitar dimana Pelabuhan Teluk Palu merupakan salah satu hierarki pelabuhan utama di wilayah tengah Indonesia.

Lebih lanjut, ia mengatakan pekerjaan ini dimulai dari bulan November Tahun 2019 sampai dengan Maret 2024 melalui Loan Agreement antara Pemerintah Republik Indonesia dan Asian Development Bank (ADB) terhadap Loan No. 3792-INO: Emergency Assistance for Rehabilitation and Reconstruction (EARR).

"Oleh karena itu, Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak khususnya Direktorat Kepelabuhanan dan Penyedia Jasa Konstruksi yang telah bekerjasama dalam membantu terselesaikannya proyek pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi Pelabuhan Teluk Palu," ujarnya.

"Saya berharap seluruh hasil pekerjaan dapat berfungsi dengan baik dan bermanfaat bagi seluruh pihak khususnya KSOP Kelas II Teluk Palu, sehingga selanjutnya fasilitas-fasilitas tersebut dapat digunakan untuk mendorong kemajuan perekonomian daerah maupun nasional dan membangun konektivitas transportasi nasional serta menciptakan keselamatan pelayaran," tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Kepelabuhanan Muhammad Masyhud mengatakan bahwa dalam proses penyelesaian pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi Pelabuhan Teluk Palu telah dilakukan penelitian, pengujian, dan pendataan terkait dengan aset yang akan diserahterimakan. 

"Aset atau fasilitas Pelabuhan Teluk Palu yang akan diserahterimakan antara lain Package Civil Works Sea Port 1: Works for Reconstruction of Donggala Port. Pembangunan paket ini dimulai sejak 15 Februari 2022 sampai dengan 10 Maret 2024 meliputi pembangunan dermaga penumpang dan kargo, gedung terminal penumpang, kantor wilker, masjid, dan kawasan fasilitas duarat dengan total nilai aset sebesar 495 Miliar rupiah yang termasuk pekerjaan fisik, desain, supervisi, konsultan PMU dan penambahan sisa tiang pancang," ujarnya.

Lebih lanjut Masyhud mengatakan ada Package Civil Works Sea Port 2: Works for Reconstruction of Wani Port. Pembangunan paket ini dimulai sejak 22 April 2022 sampai dengan 30 Desember 2023 meliputi Pembangunan dermaga dan trestle, kantor wilker, masjid, dan kawasan fasilitas darat dengan total nilai aset sebesar 203 Miliar rupiah yang termasuk pekerjaan fisik, desain, supervisi, dan konsultan PMU. 

"Dan yang terakhir, Package Civil Works Sea Port 3: Works for Reconstruction of Pantoloan Port. Pembangunan paket ini dimulai sejak 30 September 2021 sampai dengan 22 November 2022 meliputi rehabilitasi dan perpanjangan dermaga dan gedung kantor KSOP dengan total nilai aset sebesar 55 Miliar rupiah yang termasuk pekerjaan fisik, desain, supervisi, dan konsultan PMU," katanya

"Saya berharap seluruh hasil pekerjaan dan fasilitas dapat bermanfaat bagi seluruh pihak serta operasional pelabuhan dapat berjalan dengan baik, sehingga tujuan pembangunan dapat tercapai," tutupnya. (KK/MM/HB)

Reaksi dan Komentar