Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Ditjen Hubla Tingkatkan Kesiapsiagaan Penanganan Tumpahan Minyak Melalui Kolaborasi Global

Ditjen Hubla Tingkatkan Kesiapsiagaan Penanganan Tumpahan Minyak Melalui Kolaborasi GlobalDitjen Hubla Tingkatkan Kesiapsiagaan Penanganan Tumpahan Minyak Melalui Kolaborasi GlobalDitjen Hubla Tingkatkan Kesiapsiagaan Penanganan Tumpahan Minyak Melalui Kolaborasi GlobalDitjen Hubla Tingkatkan Kesiapsiagaan Penanganan Tumpahan Minyak Melalui Kolaborasi GlobalDitjen Hubla Tingkatkan Kesiapsiagaan Penanganan Tumpahan Minyak Melalui Kolaborasi Global

BATAM (9/5) – Dalam rangka memperkuat kesiapsiagaan dan respons terhadap insiden pencemaran laut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) turut berpartisipasi dalam Lokakarya “Optimasi Manajemen Tumpahan Minyak: Kesiapsiagaan dan Respons Sesuai dengan Standar Global” pada tanggal 6-7 Mei 2026 di Batam, Kepulauan Riau.

Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan bersama PT Pertamina Patra Niaga dan PT Pertamina Port and Logistics, serta mitra internasional seperti Global Initiative for Southeast Asia (GI SEA), ITOPF, dan Oil Spill Response Limited (OSRL) Singapore. 

Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur KPLP yang mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Triono, menyampaikan apresiasi atas sinergi dan kerja sama yang terus terjalin dalam menjaga keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim Indonesia.  

“Sinergi dan kolaborasi yang kuat antarinstansi serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam mewujudkan pelayaran yang selamat, aman, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat upaya perlindungan lingkungan maritim nasional,” ujar Triono.

Menurutnya, Lokakarya ini menjadi forum stratetgis yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas teknis, koordinasi, serta penerapan standar global di bidang penanggulangan tumpahan minyak yang selaras dengan standar internasional, termasuk Konvensi Marine Pollution (MARPOL) dan International Convention on Oil Pollution Preparedness, Response and Co-operation (OPRC) 1990.  

“Melalui sinergi dan kerja sama, kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Indonesia dalam meningkatkan kapasitas nasional bersama berbagai pemangku kepentingan, baik nasional maupun internasional,” ungkap Triono.

Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah Table Top Exercise untuk menguji, mendalami, dan memverifikasi rencana kedaruratan insiden tumpahan minyak melalui simulasi diskusi skenario. Para peserta didorong untuk aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, serta memperkuat koordinasi lintas sektor guna menciptakan sistem kesiapsiagaan dan respons tumpahan minyak yang lebih optimal, efektif, dan berstandar global.(PF/ETJ/HJ)

Reaksi dan Komentar