Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Ditjen Perhubungan Laut Gandeng PT Wahana Mitra, Perkuat Akses dan Konektivitas Pelabuhan Patimban

Ditjen Perhubungan Laut Gandeng PT Wahana Mitra, Perkuat Akses dan Konektivitas Pelabuhan PatimbanDitjen Perhubungan Laut Gandeng PT Wahana Mitra, Perkuat Akses dan Konektivitas Pelabuhan PatimbanDitjen Perhubungan Laut Gandeng PT Wahana Mitra, Perkuat Akses dan Konektivitas Pelabuhan PatimbanDitjen Perhubungan Laut Gandeng PT Wahana Mitra, Perkuat Akses dan Konektivitas Pelabuhan Patimban

JAKARTA (28/1)— Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengembangan dan optimalisasi Pelabuhan Patimban sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional. 

Hal ini diimplementasikan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Patimban dengan PT Wahana Mitra Semesta di Gedung Kementerian Perhubungan Jakarta, Rabu (28/1).

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menyampaikan bahwa Pelabuhan Patimban memiliki peran strategis dalam mendukung sistem logistik nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya. 

Masyhud menekankan bahwa kerja sama ini tidak hanya berfokus pada pembangunan prasarana fisik berupa jalan dan pintu akses, tetapi juga pada pembangunan sistem konektivitas yang terintegrasi antara pelabuhan dan kawasan industri. 

“Dengan perencanaan yang terukur dan berorientasi jangka panjang, infrastruktur yang dibangun diharapkan mampu meningkatkan efisiensi layanan kepelabuhanan serta memperkuat daya saing logistik nasional,” ungkap Muhammad Masyhud.

Dampak bagi Negara dan Masyarakat

Melalui kerja sama ini, pihaknya ingin memastikan bahwa seluruh infrastruktur yang dihasilkan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi negara dan masyarakat.

Dampak dari kerja sama, lanjut Masyhud, diharapkan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat dan para pengguna jasa. 

“Akses yang lebih baik akan mempercepat distribusi logistik, menurunkan biaya angkut, serta meningkatkan daya saing produk nasional di pasar domestik maupun internasional,” tambahnya.

Bagi masyarakat sekitar, khususnya di wilayah Subang dan sekitarnya, pengembangan kawasan pendukung Pelabuhan Patimban diyakini akan membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong berkembangnya kegiatan usaha penunjang.

Ditjen Perhubungan Laut, lanjut Masyhud, senantiasa mendorong terbangunnya kerja sama yang tansparan, dan berorientasi pada kepentingan nasional, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan keamanan pelayaran serta kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan.

Masyhud berharap perjanjian kerja sama ini dapat diimplementasikan secara efektif dan memberikan manfaat nyata, tidak hanya bagi para pihak yang terlibat, tetapi juga bagi peningkatan pelayanan kepelabuhanan, kelancaran arus barang, serta pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

“Semoga kerja sama ini dapat berjalan dengan baik dan menjadi contoh kolaborasi yang produktif di sektor kepelabuhanan,” pungkasnya.

Reaksi dan Komentar