Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

DUA KAPAL PATROLI KEMENHUB DIKERAHKAN BERGABUNG DENGAN TIM PATROLI PENGAMANAN LAUT DI NATUNA

DUA KAPAL PATROLI KEMENHUB DIKERAHKAN BERGABUNG DENGAN TIM PATROLI PENGAMANAN LAUT DI NATUNADUA KAPAL PATROLI KEMENHUB DIKERAHKAN BERGABUNG DENGAN TIM PATROLI PENGAMANAN LAUT DI NATUNADUA KAPAL PATROLI KEMENHUB DIKERAHKAN BERGABUNG DENGAN TIM PATROLI PENGAMANAN LAUT DI NATUNA
BINTAN (8/1) – Dalam rangka meningkatkan pengawasan dan pengamanan keselamatan pelayaran khususnya di perairan Natuna, serta untuk mengantisipasi dan menciptakan situasi yang kondusif, Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Laut mengerahkan Kapal Patroli milik Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Uban KN. Sarotama-P.112 dan kapal KN. Kalimasada-P.115.
 
“Pengerahan tersebut berdasarkan hasil rapat koordinasi yang dipimpin oleh Komandan Guspurla Armada I Laksamana Pertama Didong di KRI Usman Harun 359 dimana Kemenhub dan instansi lain diminta untuk berpartisipasi dalam operasi Natuna. Oleh karena itu, Kapal KN. Sarotama-P.112 sudah siaga sejak hari Minggu (5/1) dan rencananya kapal KN. Kalimasada P-115 akan diberangkatkan Jumat (10/1),” ujar Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, Ahmad di Jakarta hari ini (8/1).
 
Ahmad menjelaskan bahwa kapal KN. Sarotama-P.112 berangkat dari Pangkalan PLP Tanjung Uban pada hari Jumat (3/1) jam 14.30 WIB tujuan Natuna dalam rangka Pengawasan dan Pengamanan (Waspam) Keselamatan pelayaran dan Waspam Nataru dan tiba di Natuna tepatnya di selat Lampa hari Senin (5/1) pukul 03.10 WIB.
Setibanya KN. Sarotama-P.112 di Natuna, Komandan kapal tersebut langsung menghadiri undangan Rapat Koordinasi Awal Rencana Operasi Bersama di KRI Usman Harun serta berkoordinasi dengan instansi lain yang bertujuan untuk menguatkan sinergi dari unsur maritim. 
 
Adapun peserta rapat yang hadir antara lain Aslog Guspurla Kolonel Laut (T) Basuki, Asops Guspurla Kolonel Laut (P) Alfred, Komandan KRI Usman Harun Kolonel Laut (P) Himawan, Komandan KRI Jonli Kolonel Laut (P) Andri, Komandan KRI Tjiptadi Letkol Laut (P) Dadan, Komandan KRI TUM Letkol Laut (P) Bagus, Komandan KN. Tanjung Datu Kolonel Bakamla Capt. Nyoto Saptono, KKM KN. Tanjung Datu Letkol Bakamla Maswir, Komandan KPLP KN. Sarotama P.112 Putra  Wardana.
 
Hasilnya, kapal patrol milik Kemenhub diminta tetap siaga. “Khusus pengamanan di Natuna akan bergantian dengan KN. Kalimasada-P.115 yang akan bertolak dari dermaga Pangkalan PLP kelas II Tanjung uban dengan tujuan laut Natuna dan akan bergantian dengan kapal KN. Sarotama P.112,” jelas Ahmad.
 
Sementara itu, Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai kelas II Tanjung Uban Capt.Handry Sulfian mengatakan bahwa selama ini pihaknya selalu rutin melakukan patroli dimana Natuna menjadi salah satu wilayah sesuai tupoksinya.
 
Ia mengatakan, KPLP selalu siap siaga untuk menegakan aturan di laut sesuai amanat UU No 17/2008 tentang Pelayaran sekaligus melakukan pengamanan laut.
Oleh karena itu, dengan masuknya kapal patroli Kemenhub di tim pengamanan perairan Natuna, merupakan bentuk tanggung jawab negara terhadap pengamanan laut Natuna.
 
"Hal tersebut, sesuai dengan semboyan KPLP adalah Dharma Jala Praja Tama dengan arti "Sebagai Insan Bahari selalu berusaha menjalankan pengabdian yang terbaik untuk bangsa dan negara," tutup Handry.

Reaksi dan Komentar