Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

DUA PULUH PELABUHAN TANDA TANGANI PAKTA INTEGRITAS PENERAPAN INAPORNET

DUA PULUH PELABUHAN TANDA TANGANI PAKTA INTEGRITAS PENERAPAN INAPORNETDUA PULUH PELABUHAN TANDA TANGANI PAKTA INTEGRITAS PENERAPAN INAPORNET

JAKARTA (18/11) –Dua puluh pelabuhan di Indonesia yaitu Pelabuhan Tanjung Buton, Patimban, Palu, Kuala Tanjung, Kijang, Sunda Kelapa, Tanjung Wangi, Lembar, Kupang, Sampit, Tarakan, Manado, Pare-Pare, Gorontalo, Biak, Bau-Bau, Kepulauan Seribu, Marunda, Muara Angke dan Satui, hari ini, Rabu (18/11) menandatangani Pakta Integritas Penerapan Inaportnet, bertempat di Ruang Mataram Kantor Pusat Kementerian Perhubungan.

 Penandatanganan Pakta Integritas tersebut dilakukan oleh masing-masing Kepala Kantor KSOP, UPP dan BUP terkait dengan disaksikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R Agus H Purnomo dan para pejabat di lingkungan Kementerian Perhubungan.

Dalam sambutannya, Dirjen Hubla R Agus H Purnomo  mengatakan bahwa penandatangan Pakta Integritas ini merupakan  awal dari komitmen bersama dalam mengimplementasikan inaportnet guna menciptakan transparansi pelayanan operasional kapal dan barang di pelabuhan serta alat monitoring dan evaluasi untuk melakukan pembinaan dan pengembangan di pelabuhan.

Menurut Agus H. Purnomo saat ini eranya sudah harus digitalisasi sehingga penerapan Inaportnet di Pelabuhan menjadi suatu keharusan dalam rangka meningkatkan  pelayanan kapal dan barang di pelabuhan agar dapat berjalan  cepat, valid, transparan, dan terstandar dengan biaya terjangkau sehingga dapat meningkatkan daya saing pelabuhan di Indonesia.  

“Sistem digitalisasi ini mau tidak mau harus dilaksanakan secepat mungkin pada semua kegiatan termasuk dalam pelayanan di pelabuhan. Untuk itu, semua unsur terkait baik Pemerintah, Badan Usaha Pelabuhan (BUP) seperti PT. Pelabuhan Indonesia (perseo) maupun Perusahaan Pelayaran harus saling mendukung agar pelayanan pelabuhan berjalan dengan lancar sehingga menunjang pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Agus.

Menurut Dirjen Hubla, dengan penerapan Inaportnet pada 20  pelabuhan yang ditandai dengan penandatanganan Pakta Integritas ini akan menambah jumlah pelabuhan yang sudah menerapkan Inaportnet sebelumnya yang hingga saat ini sudah berjumlah 33 pelabuhan, serta 1 (satu) pelabuhan yg sudah melakukan tanda tangan penerapan Inaportnet dan go live pada tanggal 5 November 2020 yaitu Pelabuhan Khusus Batam.Rencananya ke 20 pelabuhan yang hari ini melakukan panandatangan Pakta Integritas akan memulai  Go-Live Aplikasi Inaportnet pada tanggal 30 November 2020.

“Dengan penerapan Inaportnet di pelabuhan di Indonesia merupakan bentuk nyata dan kesungguhan komitmen Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut untuk mewujudkan pelayanan kapal dan barang di pelabuhan yang lebih baik, transparan dan berdaya saing tinggi” ujar Agus.

Sementara Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Dr.Capt. Antoni Arif Priadi  dalam laporannya mengatakan bahwa sebelum dilakukan penandatanganan Pakta Integritas ini telah dilakukan berbagai tahapan di masing-masing pelabuhan antara lain Training of Trainers (TOT) kepada para operator dari Kantor KSOP dan UPP, Uji Coba infrastruktur, Uji Coba Sistem BUP, Pra SIT Pelabuhan (remote), Refeshment terhadap operator KSOP dan UPP, Sosialisasi kepada pegguna jasa serta uji coba SIT secara real kedatangan kapal. 

Pada kesempatan itu, Capt. Antoni juga menjelaskan secara detail perkembangan penerapan  sistem Inaportnet  di Indonesia, dimana sampai dengan tahun 2019 penerapan sistem Inaportnet di Indonesia telah dilaksanakan pada 33 Pelabuhan.

”Sedangkan pada tahun 2020, penerapan Inaportnet diawali dengan penandatanganan pakta integritas dan go live di Pelabuhan Khusus Kelas I Batam pada tanggal 5 November 2020, dan pada hari ini sebanyak 20 Pelabuhan telah melakukan tanda tangan Pakta Integritas Penerapan Inaportnet sehingga total jumlah Pelabuhan yang menerapkan Inapornet pada tahun 2020 adalah sebanyak 21 Pelabuhan,” tutup Capt. Antoni.

Reaksi dan Komentar