Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

DUKUNG PERTUMBUHAN EKONOMI PULAU SUMBAWA, KEMENHUB DAN PELINDO KERJA SAMA TINGKATKAN PEMANFAATAN ASET DI PELABUHAN BIMA - NTB

DUKUNG PERTUMBUHAN EKONOMI PULAU SUMBAWA, KEMENHUB DAN PELINDO  KERJA SAMA TINGKATKAN PEMANFAATAN ASET DI PELABUHAN BIMA - NTB

 

JAKARTA (8/9). Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut berkolaborasi dengan PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) berkomitmen untuk meningkatkan pemanfaatan aset di Pelabuhan Bima. Pelabuhan yang terletak di Bima, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat tersebut berperan sebagai pelabuhan petikemas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Pulau Sumbawa dan sekitarnya.

 

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Arif Toha dalam acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan Barang Milik Negara (KSP BMN) pada Kantor KSOP Kelas IV Bima dengan PT. Pelabuhan Indonesia (Persero), di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.

 

"Kerjasama ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan peran pelabuhan dalam mendukung kegiatan perekonomian masyarakat setempat serta peningkatan produktivitas dan efisiensi pelabuhan," ujar Dirjen Arif.

 

Penandatanganan dilaksanakan oleh Direktur Kepelabuhanan, Subagiyo dan Regional Head 3 Pelindo, Ardhy Wahyu Basuki.

 

Adapun objek Kerja Sama Pemanfaatan Pelabuhan ini terdiri dari Tanah Lapangan Penimbunan Barang Lainnya, Bangunan Terbuka Lainnya, Pagar Semi Permanen, Jalan Khusus Komplek, Jalan Lainnya, Dermaga, Gedung Pos Jaga Permanen, Bangunan Gedung untuk Pos Jaga Lainnya dan Instalasi Pembangkit Tenaga Surya di pelabuhan Bima, di mana pengoperasian dan pengusahaannya dilaksanakan oleh PT. Pelindo selama kurun waktu 30 tahun.

 

"Saya berharap dengan dilaksanakannya Perjanjian KSP BMN ini, dapat semakin mengoptimalkan penyediaan, pengembangan dan pengelolaan infrastrukur Pelabuhan Bima. Selain itu juga dapat meningkatkan kontribusi yang diperoleh dari pengelolaan Pelabuhan Bima tersebut, baik melalui PNBP maupun pendapatan jasa kepelabuhanan," lanjut Dirjen Arif.

 

Dirjen Arif mengatakan bahwa pengelolaan Pelabuhan Bima harus terus dibenahi dan dikoordinasikan dengan baik bersama seluruh pihak terkait agar dapat memberikan pelayanan optimal juga memiliki peran penting sebagai sarana bongkar muat kapal-kapal barang dan penumpang.

 

"Hal tersebut tentu tidak dapat dilakukan sendiri, diperlukan kerja sama dan sinergi dari seluruh pihak untuk bersama-sama meningkatkan pelayanan," tutup Dirjen Arif.

 

Dalam kesempatan yang sama, Regional Head 3 Pelindo, Ardhy Wahyu Basuki mengatakan kerja sama ini menjadi sebuah pertanda baik bagaimana kolaborasi antara perseroan dengan pemerintah melalui kementerian Perhubungan bisa terus berjalan dengan baik dan saling memberikan asas kemanfaatan yang baik pula satu sama lain.

 

"Kerja sama ini menjadi upaya kita bersama dalam melakukan pemerataan ekonomi nasional di seluruh pelosok nusantara sesuai dengan amanah yang diberikan oleh negara kepada kita," ujarnya.

 

Selain itu, melalui kerja sama ini dapat mendukung kegiatan perekonomian masyarakat setempat serta optimalisasi kontribusi yang diperoleh dari pengelolaan pelabuhan kepada pemerintah melalui pendapatan negara bukan pajak (PNBP).

 

"Sehingga kami berharap kehadiran pelabuhan ini yang didorong oleh dukungan berbagai pihak bisa memaksimalkan perannya sebagai pelabuhan penghubung dan penyambung logististik sehingga bisa menekan disparitas ekonomi yang ada di Indonesia barat dan timur," tutupnya.

Reaksi dan Komentar