Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

DUKUNG TERWUJUDNYA KESELAMATAN PELAYARAN, KEMENHUB SERAHKAN BANTUAN LIFE JACKET UNTUK PELRA DI CILACAP

DUKUNG TERWUJUDNYA KESELAMATAN PELAYARAN, KEMENHUB SERAHKAN BANTUAN LIFE JACKET UNTUK PELRA DI CILACAP

​

CILACAP (28/11) – Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) kembali memberikan bantuan 300 unit life jacket kepada pengusaha kecil pelayaran rakyat (Pelra) di Cilacap sebagai salah satu bentuk tanggungjawab Pemerintah di bidang keselamatan pelayaran.

Penyerahan bantuan life jacket ini diberikan secara simbolis oleh Direktur KPLP yang diwakili oleh Kepala Sub Direktorat Sarana dan Prasarana Direktorat KPLP, Sri Rejeki Budi Rahayu pada saat acara Sosialisasi Keselamatan Pelayaran Tahun 2017 di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Cilacap, Jawa Tengah pada hari ini Selasa (28/11).

Cilacap menjadi lokasi ketiga yang dipilih sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan Sosialisasi Keselamatan Pelayaran Tahun 2017 dengan tema “Keselamatan Pelayaran Adalah Tanggung Jawab Bersama", setelah sebelumnya kegiatan serupa dilaksanakan di Banda Aceh dan Banjarmasin. Adapun Cilacap merupakan daerah pesisir yang dikenal sebagai kota pelabuhan penting Indonesia dan penghasil ikan sehingga keberadaan pelayaran rakyat menjadi sangat penting dalam kegiatan perekonomian masyarakat sekitar.

Menurut Sri Rejeki, sebagai negara kepulauan terbesar, Indonesia masih tetap membutuhkan pelayaran rakyat sebagai salah satu moda transportasi penghubung antar pulau serta menjadi sarana utama dalam mewujudkan konektivitas antar pulau di Indonesia.

“Untuk itu guna memenuhi aspek keselamatan, maka perlu diperlengkapi dengan peralatan keselamatan yaitu Life Jacket untuk mengantisipasi terjadinya musibah di laut,” ujar Sri Rejeki.

Lebih lanjut, Sri Rejeki menjelaskan bahwa saat ini Pemerintah tengah gencar melakukan pengembangan dan mendorong bangkitnya pelayaran rakyat dengan harapan dapat meningkatkan pelayanan dan manajemen keselamatan pelayaran rakyat yang melintasi daerah-daerah pedalaman.
IMG-20171128-WA0071.jpg
“Selain itu, Kemenhub terus mendorong pelayaran rakyat untuk dapat melakukan penetrasi pasar ke daerah-daerah yang memiliki alur pelayaran dengan under keel clearance kecil pada sungai-sungai dan danau-danau sekaligus membantu meningkatkan kemampuan rakyat ekonomi kecil dan menengah untuk menciptakan lapangan kerja dan usaha rakyat untuk angkutan laut nasional,” jelasnya.

Sementara itu di tempat terpisah, Direktur Jenderal Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo berharap ke depan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Melalui Sosialisasi Keselamatan Pelayaran ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kesadaran penumpang kapal rakyat atas pentingnya penggunaan life jacket. Untuk itu, Kemenhub selaku regulator di lapangan berkomitmen untuk terus mengawasi dan memonitor pelaksanaannya,” terang Dirjen Agus. 

Terakhir, Dirjen Hubla juga berharap agar semua pihak, baik regulator, operator dan penumpang selalu mengutamakan faktor yang paling penting dalam pelayaran yaitu keselamatan pelayaran sebagaimana diamanatkan dalam UU No. 17 tahun 2008 tentang Pelayaran, karena keselamatan pelayaran adalah tanggungjawab bersama.

Sebagai informasi, acara Sosialisasi Keselamatan Pelayaran ini diikuti oleh 50 (lima puluh) pengusaha pelayaran rakyat serta dihadiri oleh 50 (lima puluh) instansi dan asosiasi terkait di Kabupaten Cilacap.

Seperti kegiatan sebelumnya di Banjarmasin, Maskot Keselamat Pelayaran "Si Bombang" turut hadir memeriahkan acara sosialisasi dimaksud. Kehadiran maskot lumba-lumba ini selalu mencuri perhatian banyak orang di sekitarnya sehingga tak dapat membendung keinginan mereka yang ingin berfoto bersama “si Bombang” sang ombak laut.



Reaksi dan Komentar