Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

DUKUNG TOL LAUT DI INDONESIA BARAT, KAPAL KM. KENDHAGA NUSANTARA 2 DITEMPATKAN DI TELUK BAYUR

DUKUNG TOL LAUT DI INDONESIA BARAT, KAPAL KM. KENDHAGA NUSANTARA 2 DITEMPATKAN DI TELUK BAYURDUKUNG TOL LAUT DI INDONESIA BARAT, KAPAL KM. KENDHAGA NUSANTARA 2 DITEMPATKAN DI TELUK BAYURDUKUNG TOL LAUT DI INDONESIA BARAT, KAPAL KM. KENDHAGA NUSANTARA 2 DITEMPATKAN DI TELUK BAYUR

MAKASSAR (1/3) - Tidak hanya di wilayah Indonesia Timur, program tol laut juga hadir untuk melayani masyarakat di wilayah Indonesia Barat. Hal tersebut dibuktikan dengan selesainya pembangunan kapal KM. Kendhaga Nusantara 2 yang telah dilakukan pelepasannya dari PT. Industri Kapal Indonesia (PT. IKI) Makassar menuju Pelabuhan Teluk Bayur oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut yang diwakili oleh Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Wisnu Handoko, Jumat (1/3).


"Hari ini kita telah sama-sama menyaksikan pelepasan kapal KM. Kendhaga Nusantara 2 yang akan ditempatkan di pangkalan Teluk Bayur untuk mendukung trayek tol laut," ujar Wisnu.

Setelah kapal tiba di Pelabuhan Teluk Bayur 5 hari ke depan, rencananya akan dilakukan penyerahannya kepada PT. ASDP Indonesia yang telah ditunjuk sebagai operator kapal. Ini sekaligus menjadi bukti adanya sinergi BUMN yang luar biasa untuk kemajuan bangsa Indonesia.
IMG-20190301-WA0079.jpg
Wisnu mengatakan, melalui program tol laut, Pemerintah tidak hanya memberikan subsidi pada pengoperasian kapal tetapi juga subsidi penuh dalam membangun kapal yang dibiayai oleh APBN 100% dan dibuat oleh industri galangan dalam negeri.

"Dalam kurun waktu empat tahun sejak 2015, Kemenhub telah membangun 100 unit kapal pendukung tol laut, yang terdiri dari 60 unit kapal perintis, 15 unit kapal kontainer, 20 unit kapal Rede dan 5 kapal ternak, termasuk juga kapal-kapal pelayaran rakyat," urai Wisnu.

Hal ini sekaligus membuktikan keseriusan pemerintah dalam mencanangkan program yang dikenal dengan Poros Maritim Dunia.

"Indonesia tidak akan menjadi  poros maritim dunia jika tidak memiliki kapal. Untuk itu, kapal-kapal kita harus dibangun di galangan dalam negeri, kita yang buat sendiri, dioperasikan sendiri dan didaftarkan sebagai kapal berbendera Indonesia untuk mengangkut muatan nasional," jelas Wisnu.
IMG-20190301-WA0076.jpg
Ia berharap suatu saat nanti Indonesia bisa membuat kapal kargo besar berukuran di atas 50.0000 DWT untuk pengangkutan muatan ekspor impor Indonesia. Kapal ini dibangun dengan komponen sebagian besar menggunakan komponen dalam negeri walaupun mungkin mesin induknya saja yang masih menggunakan produk negara lain.

"Kita harus menuju arah kemandirian maritim. Kami berharap ke depannya galangan kapal tidak hanya tumbuh di wilayah tengah dan barat saja tetapi juga di wilayah timur juga karena sekitar 60 % kapal-kapal perintis beroperasi di wilayah timur. Oleh karenanya, perlu dilakukan perbaikan dan pengaturan yang sistematis khususnya dalam efisiensi penggunaan anggaran yang sesuai untuk docking dan pemeliharaan kapal," tutup Wisnu.


Reaksi dan Komentar