SUMENEP (08/10) — Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalianget terus menunjukkan langkah proaktif dalam menumbuhkan budaya keselamatan bertransportasi laut di kalangan masyarakat. Guna mewujudkan hal tersebut, tim KSOP Kalianget yang dipimpin langsung oleh Ibu Lilik Verawati, S.E., kembali menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Keselamatan Pelayaran di Pondok Pesantren Al Karimiyyah, Desa Beraji, Kabupaten Sumenep.
Kegiatan edukasi ini menyasar secara khusus para peserta didik tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di lingkungan pesantren tersebut. Pemilihan sasaran ini dinilai sangat strategis dan tepat guna. Pasalnya, mayoritas santri dan santriwati yang menimba ilmu di Ponpes Al Karimiyyah berasal dari wilayah kepulauan di Kabupaten Sumenep, seperti Pulau Sapudi, Raas, Kangean, hingga Sapeken. Bagi mereka, kapal laut bukan sekadar alat transportasi biasa, melainkan moda utama untuk mobilitas, terutama saat momen pulang kampung.
Rangkaian acara sosialisasi ini dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Hubungan Masyarakat (Waka Humas) MTs Al Karimiyyah. Mewakili pihak pesantren, ia menyambut baik inisiatif KSOP Kalianget dalam memberikan pembekalan ilmu di luar kegiatan akademis yang sangat bermanfaat bagi keselamatan para santri.
Setelah sesi pembukaan, acara dilanjutkan dengan sambutan dan arahan dari Ibu Lilik Verawati, S.E., selaku pimpinan tim KSOP Kalianget dalam kegiatan ini. Dalam pemaparannya, Ibu Lilik menekankan urgensi menanamkan pemahaman keselamatan pelayaran sejak usia dini.
“Pemahaman tentang keselamatan pelayaran adalah bekal yang sangat krusial. Mengingat para santri sangat dekat dengan transportasi laut, edukasi sejak dini diharapkan dapat membuat mereka lebih waspada, tanggap terhadap prosedur, dan tidak panik jika sewaktu-waktu terjadi situasi darurat di atas kapal,” tegas Ibu Lilik Verawati di hadapan para peserta.
Memasuki sesi pemaparan materi utama, petugas operasional dari KSOP Kalianget mengambil alih forum untuk memberikan penjelasan teknis yang lugas dan sangat mudah dicerna oleh para pelajar. Para petugas secara komprehensif memperkenalkan berbagai alat keselamatan standar, fungsinya, serta tata cara penggunaannya meliputi:
* Life Jacket (Jaket Pelampung) dan Life Buoy (Pelampung Penolong): Dijelaskan sebagai alat bantu apung utama perseorangan.
* APAR (Alat Pemadam Api Ringan): Edukasi dasar menangani titik api awal sebelum membesar di area kapal.
* Hand Flare dan Smoke Signal: Pengenalan alat pemancar sinyal marabahaya visual (suar cahaya dan isyarat asap) untuk menarik perhatian tim penolong di tengah laut.
Untuk memberikan gambaran yang lebih nyata, petugas tidak hanya melakukan peragaan alat secara langsung, tetapi juga menampilkan video simulasi penanganan keadaan darurat. Para santri diajak menyaksikan video drill Man Overboard (MOB) atau prosedur penyelamatan penumpang yang jatuh ke laut, serta video simulasi drill kebakaran saat berada di atas kapal. Penayangan visual ini dinilai sangat efektif untuk memperlihatkan tindakan cepat, terukur, dan tidak panik yang dilakukan oleh kru kapal dalam menghadapi insiden sesungguhnya.
Lebih lanjut, guna memperluas wawasan kemaritiman, tim KSOP Kalianget juga memberikan materi pengenalan mengenai berbagai pelabuhan yang beroperasi di wilayah Kalianget beserta fungsi spesifiknya masing-masing. Pengetahuan ini diberikan agar para santri lebih memahami peran vital infrastruktur pelabuhan dalam menunjang konektivitas dan roda perekonomian antar-pulau di wilayah mereka.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi hingga menjelang akhir acara. Hal ini dibuktikan dengan hidupnya sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Banyak santri dan santriwati yang melontarkan pertanyaan seputar prosedur keselamatan, batas muatan kapal, hingga berbagi pengalaman mereka saat berlayar.
Melalui kegiatan sosialisasi yang komprehensif ini, tim KSOP Kalianget berharap para santri Pondok Pesantren Al Karimiyyah tidak hanya menjadi penumpang yang cerdas dan mengutamakan keselamatan, tetapi juga kelak mampu menjadi pelopor pelayaran yang aman dengan menularkan wawasan ini kepada keluarga dan masyarakat di pulau asal mereka.




Reaksi dan Komentar