Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

EVALUASI PENYELENGGARAAN TOL LAUT, KEMENHUB GELAR FGD WAWASAN KEBANGSAAN

EVALUASI PENYELENGGARAAN TOL LAUT, KEMENHUB GELAR FGD WAWASAN KEBANGSAAN

​

SURABAYA (22/11) - Saat ini Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sedang melakukan evaluasi terhadap Penyelenggaraan tol laut yang dimulai dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema "Membangun Etika dan Wawasan Kebangsaan sebagai Dasar Penyelenggaraan Tol Laut 2018" di Surabaya.

Direktur Lalulintas dan Angkutan Laut, Dwi Budi Sutrisno mengatakan bahwa FGD dimaksud dilakukan dalam rangka mengevaluasi penyelenggaraan program tol laut sebagau perwujudan Nawa Cita yg dicanangkan Pemerintah.

"Melalui FGD ini, kami menampung berbagai aspirasi stakeholder yang terlibat dalam penyelenggaraan tol laut serta membahas berbagai permasalahan yang secara dinamis muncul di lapangan," ujar Dwi yang membuka acara FGD dimaksud.

Lebih lanjut dalam sambutannya, Dwi mengingatkan agar seluruh stakeholder program tol laut dapat bersinergi bersama dengan Pemerintah serta melakukan evaluasi penyelenggaraan tol laut yang telah dilaksanakan selama ini.

"Evaluasi tol laut kami lakukan agar kami mendapatkan informasi dan gambaran seberapa efektifkah program Tol Laut yahg sudah memasuki tahun ketiganya. Hasil evaluasi Tol Laut menjadi pedoman dalam menyusun strategi kedepan untum peningkatan performa dan kinerja pelayanannya agar lebih efektif dan efisien sehingga dapat semakin dirasakan manfaat oleh masyarakat," kata Dwi.

Sementara itu,  pada sesi diskusi terkait etika dan wawasan kebangsaan,  Staf khusus Menteri Perhubungan Bidang Hubungan Antar Lembaga, Buyung Lalana menyoroti masih rendahnya kesadaran para pelaku bisnis yang menggunakan subsidi Tol Laut ini dengan memanfaatkan atau mengambil keuntungan pribadi maupun kelompok.
IMG-20171125-WA0009.jpg
"Masih banyak ditemukan di pelaksanaan Tol Laut yang dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya seperti praktek monopoli, memberikan dokumen muatan yang tidak sesuai, memuat muatan yang bukan bahan pokok dan bahan penting lainnya sebagaimana yang diatur, dan petugas di lapangan yang tidak menjalankan prosedur dengan benar sehingga menyebabkan program tol laut belum optimal," kata Buyung.

Di sela-sela acara FGD tersebut,  Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Hubungan Antar Lembaga, Buyung Lalana didampingi oleh Kasubdit Angkutan Laut Dalam Negeri, Capt. Wisnu Handoko melakukan inspeksi pembangunan kapal Tol Laut di galangan kapal PT. Dumas Tanjung Perak Shipyard.

Kapal tersebut direncanakan akan digunakan sebagai armada Tol Laut pada tahun 2018 untuk mendukung perluasan jangkauan dan efektifitas program Tol Laut.

"Pemerintah pada tahun anggaran 2015 - 2017 membangun 15 (lima belas) kapal kontainer berukuran 1600 GT yang akan digunakan sebagai kapal feeder untuk pelabuhan-pelabuhan kecil di daerah atau pulau terpencil, terdalam, terluar dan pedalaman (3TP). Rencana kedepan, Ditjen Perhubungan Laut akan memperbaiki pola subsidi yang diterapkan dan perubahan pola trayek dengan pelabuhan Hub-spoke," tutup Wisnu.

Sebagai informasi, Tol Laut merupakan program nasional yang dicanangkan oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo - Jusuf Kalla yang dilatarbelakangi masih adanya kesenjangan (disparitas) harga yang cukup tinggi antara wilayah Indonesia Bagian Barat dengan wilayah Indonesia Bagian Timur.

Hingga tahun ketiganya di 2017, pelaksanaan program Tol Laut telah berjalan dengan baik dan terus mengalami peningkatan baik dari sisi regulasi sebagai payung hukum maupun realisasi muatannya dengan dikeluarkan Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik untuk Angkutan Barang Dari dan Ke Daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar, dan Perbatasan yang ditindaklanjuti dengan diterbitkannya beberapa peraturan pelaksanaannya.

Kementerian Perhubungan memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan Program Tol Laut dimulai sejak tanggal 4 November 2015 yang diawali dengan peluncuran 3 (tiga) trayek perdana.

Dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun perjalanannya terus mengalami peningkatan, dan pada tahun 2017 trayek tol laut bertambah menjadi 13 Trayek, 7 (tujuh) trayek dilaksanakan oleh PT. Pelayaran Nasional Indonesia (PT. Pelni) melalui Penugasan, dan 6 (enam) trayek dilaksanakan oleh perusahaan angkutan laut swasta serta menetapkan 19 lokasi "Rumah Kita" sebagai rumah logistik yang akan berperan dalam memaksimalkan muatan kapal tol laut.



Reaksi dan Komentar