Jakarta, 15 Oktober 2026 — Upaya memperkuat tata kelola dan pengawasan kegiatan bongkar muat di pelabuhan terus didorong melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Sosialisasi Program Sistem Terintegrasi Pengawasan Bongkar Muat (SINTA BIMA) yang berlangsung di Gedung Pelindo Regional 2 Cabang Tanjung Priok, Kamis (15/10).
Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan sektor kepelabuhanan, mulai dari regulator, operator pelabuhan, asosiasi, hingga perwakilan tenaga kerja bongkar muat. Sejumlah pihak yang hadir meliputi Tenaga Ahli Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK), KSOP Utama Tanjung Priok, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Provinsi DKI Jakarta, Pelindo Regional 2, APBMI Jakarta, serta Koperasi TKBM Karya Sejahtera Pelabuhan Tanjung Priok.
Diskusi dipandu oleh Ridwan Said dari Ocean Week selaku moderator, dengan menghadirkan Project Leader Program SINTA BIMA, Capt. Mugen S. Sartoto, M.Sc., sebagai salah satu narasumber. Forum ini menjadi ruang dialog dan koordinasi antarpemangku kepentingan untuk menyosialisasikan program SINTA BIMA serta membangun kesamaan pemahaman mengenai pentingnya sistem pengawasan bongkar muat yang terintegrasi, transparan, dan akuntabel.
Melalui diskusi ini, sinergi antara regulator, operator pelabuhan, asosiasi, dan tenaga kerja bongkar muat diharapkan semakin kuat dalam mendukung penerapan tata kelola kepelabuhanan yang profesional dan berintegritas. Penguatan sistem pengawasan juga menjadi bagian penting dalam mendorong efektivitas pelaksanaan kegiatan bongkar muat serta meningkatkan kualitas pelayanan di lingkungan pelabuhan.
Program SINTA BIMA mengusung moto “Buruh Sejahtera, Koperasi Mandiri, Pelabuhan Berdaya Saing Global.” Moto tersebut mencerminkan semangat untuk mendorong kesejahteraan tenaga kerja bongkar muat, kemandirian koperasi, serta peningkatan daya saing pelabuhan melalui tata kelola yang lebih baik.
Melalui pelaksanaan FGD ini, diharapkan terbangun komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung implementasi Program SINTA BIMA demi terwujudnya ekosistem kepelabuhanan yang transparan, akuntabel, dan berdaya saing global.






Reaksi dan Komentar