Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

GABUNGAN PELAJAR INDONESIA DI INGGRIS PERKENALKAN SEKTOR MARITIM DAN PARIWISATA RI MELALUI PENYELENGGARA

GABUNGAN PELAJAR INDONESIA DI INGGRIS PERKENALKAN SEKTOR MARITIM DAN PARIWISATA RI MELALUI PENYELENGGARA

​MANCHESTER (13/3) - Skema pemisahan alur pelayaran atau Traffic Separation Scheme (TSS) di Selat Sunda dan Selat Lombok terus diperkenalkan ke masyarakat Internasional, salah satunya dilakukan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Greater Manchester, Inggris.


Perhimpunan Pelajar Indonesia di Greater Manchester (PPI) bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Inggris Raya dalam peringatan 70 Year Of Diplomatic Relations Indonesia – United Kingdom sangat memberikan perhatian terhadap sektor Maritim dan pariwisata mengingat Indonesia merupakan salah satu Negara Kepulauan terbesar di dunia disamping sebagai negara maritim yang juga memiliki daya tarik pariwisata.

Sebagaimana diketahui bahwa Intenational Maritime Organisation (IMO) yang bermarkas di London Inggris dan delegasi Indonesia yang dikoordinasikan oleh Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan selaku maritime administration sangat berperan aktif menyuarakan pembangunan sektor maritim di Indonesia melalui forum-forum pertemuan yang dilaksanakan di markas besar IMO tersebut. 
WhatsApp Image 2019-03-13 at 08.35.46.jpeg
Untuk itu, PPI-GM berkolaborasi mempromosikan sektor maritim dan kebudayaan serta pariwisata Indonesia kepada masyarakat dunia secara luas dalam penyelenggaraan Festival bertajuk ‘Indonesian Cultural Festival (ICF) 2019, Minggu (10/3).

"PPI GM telah memiliki pengalaman dalam menjadi tuan rumah untuk acara Indonesian Cultural Night/Festival yang telah digelar secara sukses selama tujuh tahun terakhir. Perhimpunan Pelajar Indonesia di Greater Manchester (PPI GM), yang bekerja sama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Liverpool (PPI-GL) dan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Lancaster berkolaborasi menyelenggarakan The 6th Indonesian Cultural Festival 2019: A Hidden Archipelago," jelas Ketua ICF 2019, Nicolaus Hermadi di Manchester hari ini (13/3).

Dengan mengangkat tema utama “A Hidden Archipelago” atau “Kepulauan yang Tersembunyi”, kami berharap untuk menunjukkan identitas kita sebagai orang Indonesia dan Indonesia sebagai nusantara yang penuh dengan keanekaragaman budaya dan kekayaan alam sebagai negara maritim.

"Yang menjadi perhatian saat ini terkait dengan perlindungan lingkungan maritim yaitu penerapan pengurangan emisi karbon dari gas buang kapal, terkait dengan keselamatan pelayaran,  skema pemisahan alur pelayara  di Selat Lombok dan Selat Sunda," ujar Nicolaus.
WhatsApp Image 2019-03-13 at 08.35.45.jpeg
Selain itu, ICF 2019 akan dilengkapi pameran budaya Indonesia dan berbagai aktivitas permainan sebagai bentuk interaksi antar budaya yang ditujukan untuk meningkatkan persaudaraan antar pelajar Indonesia di Manchester dan mempromosikan kesadaran internasional agar dapat membantu mempromosikan pariwisata Indonesia.

Sementara itu, salah satu mahasiswi Indonesia yang sedang belajar jurusan ekonomi di Manchester, Helena Bonor mengatakan bahwa sangat disayangkan ketika banyak orang di Inggris yang masih asing dengan “Indonesia”. 

"Oleh sebab itu, acara tahun ini akan mengutamakan partisipasi masyarakat lokal dan internasional untuk meningkatkan kesadaran akan kekayaan budaya di Indonesia dan juga sektor Maritim di Indonesia. Hal ini termasuk mengundang mereka untuk ikut bergabung menyalurkan minat dan bakat dalam segi seni tari dan musik tradisional," ujar Helena.

Dalam acara ini, lanjut Helena, PPI GM menampilkan pagelaran seni yang mempertunjukkan berbagai identitas masyarakat Indonesia dalam berbagai bentuk kesenian, seperti tarian tradisional dan permainan alat musik tradisional, yang akan ditampilkan oleh masyarakat lokal, internasional, dan Indonesia.
WhatsApp Image 2019-03-13 at 08.35.00 (1).jpeg
"Selain itu kami juga membuat pameran yang dibagi dalam beberapa stand yang terdiri dari pariwisata beserta kesenian dan budaya.Kami pun juga melakukan penjualan berbagai macam kuliner Indonesia oleh masyarakat Indonesia," kata Helena.

Sebagai informasi, Greater Manchester adalah salah satu kota metropolitan terbesar di Inggris dengan penduduk sebanyak 2,4 juta jiwa, yang berasal dari berbagai etnis di seluruh dunia dari penduduk lokal, hingga pendatang Eropa Barat, Eropa Timur, Asia, dan Afrika. Kota ini juga memiliki universitas dengan jumlah mahasiswa internasional terbanyak di Inggris, yaitu The University of Manchester di mana terdapat lebih dari 40.000 mahasiswa dari puluhan negara.

Dengan demikian maka hal tersebut menjadikan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Greater Manchester (PPI GM) tercatat sebagai PPI dengan jumlah anggota kedua terbesar di Inggris.


Reaksi dan Komentar