Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

GELAR PATROLI BERSAMA IMIGRASI BATAM, KEMENHUB KERAHKAN KAPAL PATROLI KPLP DARI PLP TANJUNG UBAN

GELAR PATROLI BERSAMA IMIGRASI BATAM, KEMENHUB KERAHKAN KAPAL PATROLI KPLP DARI PLP TANJUNG UBAN

 

TANJUNGUBAN (7/1). Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Uban melakukan patroli bersama Kantor Imigrasi Batam. Dalam patrolinya, PLP Tanjung Uban dan Imigrasi Batam menertibkan calon penumpang yang akan naik kapal dari pelabuhan bukan untuk penumpang yakni Pelabuhan Kampung Tua Telaga Punggur Batam menuju Tanjung Uban.

 

Kepala Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Uban Capt. Handry Sulfian mengatakan dirinya bersama Kompat (Komandan Kapal Patroli) KN.547 melakukan penertiban terkait penumpang yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) yang hendak melakukan perjalanan dengan transportasi laut namun bukan di pelabuhan yang seharusnya karena bukan merupakan pelabuhan penumpang.

 

"Kami berkoordinasi dengan Imigrasi Batam langsung ke lokasi dan didapati ada beberapa orang WNA yang akan menyebrang ke Tanjung Uban dengan tanpa melewati pelabuhan yang resmi sebagai pelabuhan antar pulau," ujarnya.

 

Handry mengungkapkan, semua WNA tersebut akhirnya disarankan agar melakukan keberangkatan melalui terminal pelabuhan Penumpang Telaga Punggur (pelabuhan resmi). 

 

"Banyaknya pelabuhan- pelabuhan kecil yang terdapat di Kepri ini sangat mudah masuknya WNA yang akan masuk ke wilayah Indonesia," ungkapnya.

 

Oleh karena itu, ke depannya Capt Handry berharap dapat terus bersinergi dengan Imigrasi, Bea dan Cukai, Polair maupun Angkatan Laut untuk melakukan sosialisasi terhadap warga setempat agar mereka dapat mengetahui ketentuan yang berlaku untuk WNA yang masuk ke wilayah Indonesia.

 

"Hasil berkolaborasi dari Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Uban pada hari ini dengan Imigrasi Batam berjalan dengan baik dan damai," tutupnya.

Reaksi dan Komentar