Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Hadapi Cuaca Ekstrim, Pelayaran Utamakan Keselamatan.

Hadapi Cuaca Ekstrim, Pelayaran Utamakan Keselamatan.Hadapi Cuaca Ekstrim, Pelayaran Utamakan Keselamatan.Hadapi Cuaca Ekstrim, Pelayaran Utamakan Keselamatan.Hadapi Cuaca Ekstrim, Pelayaran Utamakan Keselamatan.

MAKASSAR (28/12) - Dalam mewaspadai dan menghadapi cuaca ekstrem yang akhir-akhir ini terjadi khusus di masa angkutan laut Natal Tahun 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru 2022/2023), kapal-kapal yang ada ditegaskan kembali untuk mengutamakan keselamatan dalam berlayar.

 Segala aspek keselamatan harus di perhatikan baik itu dari segi sarana dan prasarana yang ada. Sampai H+3 di Pelabuhan Makassar walaupun cuaca masih belum kondusif, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus melaksanakan operasi angkutan Nataru dengan baik. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Djoko Sasono saat melakukan Monitoring dan Evaluasi Angkutan Nataru 2022/2023 di Pelabuhan Makassar, Rabu (28/12).

“Walaupun cuaca masih belum membaik, tetapi kita harus dapat melaksanakan operasi-operasi angkutan Nataru tahun ini dengan baik," ujar Djoko.

Djoko meminta maaf kepada masyarakat jika ada keberangkatan kapal yang terlambat dikarenakan faktor cuaca, diharapkan masyarakat dapat memaklumi dikarenakan faktor keselamatan harus diutamakan.

“Untuk keselamatan beberapa kawan-kawan yang bekerja ini memperhatikan kapal-kapal yang akan berangkat maupun datang. Karena cuaca, demi keselamatan agak tertunda dan kita mohon maaf kepada masyarakat atas hal tersebut dikarenakan faktor keselamatan harus selalu diutamakan,” jelas Djoko.

Sejalan dengan Kepala BPSDMP, Kepala Syahbandar Utama Pelabuhan Makassar Capt. Barlet mengatakan menjamin bagaimana kapal-kapal yang berangkat harus benar-benar bisa dinyatakan aman, nyaman, layak, dan terkendali sehingga setiap penumpang yang berangkat bisa kita nyatakan terkendali. 

“Dengan ekstremnya cuaca ini kalau tidak memungkinkan kapal itu berangkat, keberangkatannya kami tunda hingga cuaca itu membaik dan selalu memperhatikan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG),” pungkas Capt. Barlet.

Sementara itu Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Makassar,  Hernadi Tri Cahyanto mengatakan puncak arus balik terjadi pada tanggal 23 Desember 2022 sedangkan untuk arus balik nanti diprediksikan terjadi pada tanggal 13 Januari 2023.

“Untuk puncak arus mudik terjadi pada 23 Desember 2022 yang lalu, saat  itu memang cuaca sedang ekstrem. Kalau prediksi kami untuk arus balik nanti sekitar tanggal 13 Januari 2023, puncaknya seperti itu kalau dilihat prediksinya dan  jika cuaca masih ekstrem mungkin akan kita lihat kembali,” ujar Hernadi.

Hernadi menambahkan untuk menghadapi Angkutan Laut Nataru 2022/2023 di Pelabuhan Makassar Banyak hal yang dilakukan seperti  beberapa fasilitas yang  ditambahkan kemudian antisipasi arus balik untuk masyarakat yang ingin kembali diantisipasi dengan kapal yang ada.

“Untuk jumlah penumpang dari H-7 sampai  H+2 ini yang turun di Pelabuhan Makassar sebanyak 16.537 sedangkan yang naik sebanyak 14.017,” tutup Hernadi.

Reaksi dan Komentar