Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Hadapi Nataru, KSOP Tanjungpinang Prioritaskan Keselamatan Penumpang

Hadapi Nataru, KSOP Tanjungpinang Prioritaskan Keselamatan Penumpang

Menjelang Natal dan Tahun Baru (NATARU) 2026, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas II Tanjungpinang memperketat pengawasan keselamatan dan keamanan penumpang sebelum kapal berangkat. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh kapal yang beroperasi memenuhi kelayakan kapal untuk berlayar, terutama dalam mengantisipasi apabila terjadi cuaca buruk.

Kepala Subbagian Tata Usaha KSOP Tanjungpinang, Harry Priambodo mengatakan, bahwa setiap kapal wajib memenuhi aturan dan ketentuan sebelum kapal berangkat dan menerima surat persetujuan berlayar kelaiklautan. Yaitu, dalam sisi aspek fisik kapal, nakoda, Anak Buah Kapal (ABK), dan penumpang.

”Nah itu, kalau tidak terpenuhi otomatis kan akan tertunda,” ujar Harry Priambodo.

Harry menjelaskan, bahwa hal ini sesuai dengan UU No 17 Tahun 2008 pelayaran, dimana Syahbandaran diberi kewenangan untuk menunda keberangkatan, termasuk faktor cuaca. Menurutnya, memasuki bulan Desember dan awal tahun, wilayah perairan mulai memasuki maca pancaroba dan cuaca ekstrim.

“Kita ketahui di bulan Desember sama awal tahun itu panca roba, termasuk musim sudah mulai lumayan ekstrim,” ucapnya.

Dalam hal ini, KSOP telah berkolaborasi dengan BMKG untuk mendapatkan informasi terkait cuaca. Dimana pihak BMKG turut memantau langsung melalui pelabuhan dalam pelaksanaannya.

“Teman-teman BMKG pun ada juga yang selalunya standby di pelabuhan dalam pelaksanaannya,” tuturnya.

Selain itu, KSOP menerapkan pembatasan penumpang berdasarkan kapasitas kapal. Harry menyebut, setiap kapal telah memiliki plan C yang berisi data kapasitas maksimal, sehingga pengawasan dapat dilakukan lebih optimal untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Plan C kita itu sudah ada dalam setiap kapal, jadi kita sudah mengetahui berapa kapasitasnya,” katanya.

Ia berharap, masyarakat dapat mematuhi instruksi petugas, baik dari KSOP maupun instansi terkait lainnya. Hal ini agar proses perpindahan penumpang dari Tanjungpinang ke berbagai tujuan dapat berjalan aman dan lancar.

Reaksi dan Komentar