Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

HINGGA SIANG INI, LEBIH DARI 2000 ORANG BERHASIL DIEVAKUASI DARI GILI TRAWANGAN

HINGGA SIANG INI, LEBIH DARI 2000 ORANG BERHASIL DIEVAKUASI DARI GILI TRAWANGAN

​LOMBOK (7/8) – Proses evakuasi warga dan wisatawan yang berada di Gili Trawangan Lombok masih terus berlangsung hingga siang ini. Tercatat lebih dari 2000 warga dan wisatawan yang berada di pulau tersebut telah berhasil di evakuasi menggunakan beberapa kapal.


Menurut laporan dari Kantor KSOP Lembar, lebih dari 2000 penumpang berhasil dievakuasi dari sore kemarin hingga siang ini menggunakan bebarapa kapal.

“Kami menerima laporan dari KSOP Lembar bahwa secara keseluruhan lebih dari 2000 warga dan wisatawan telah berhasil dievakuasi menggunakan beberapa kapal menuju beberapa pelabuhan, seperti Pelabuhan Lembar, Pelabuhan Bangsal, Pelabuhan Pemenang, Pelabuhan Benoa, dan Pelabuhan Padang Bai,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Arif Toha, saat melakukan peninjauan proses evakuasi di Gili Trawangan Lombok, hari ini (7/8).

Arif menyebutkan, kapal-kapal tersebut antara lain KMP. Port Link II (PT. ASDP) telah mengevakuasi 162 orang menuju Pelabuhan Lembar, KMP. Dharma Rucita III (PT. Dharma Lautan Utama) mengevakuasi 355 orang menuju Pelabuhan Lembar, KMP. Sindu Dwitama (PT. Agung Line) mengevakuasi 389 orang menuju Pelabuhan Padang Bai, dan beberapa kapal seperti KNP. 345, KAL. Blongas, kapal Basarnas, dan fastboat yang menuju pelabuhan Bangsal berhasil mengevakuasi kurang lebih 1000 orang.

Setelah dievakuasi ke pelabuhan tujuan, Arif menambahkan, selanjutnya seluruh penumpang dipersilahkan melanjutkan perjalanan sesuai tujuan masing-masing. Sedangkan bagi warga dan wistawan yang belum terangkut akan menunggu kapal selanjutnya yang datang.

“Sementara itu, laporan yang kami terima dari Kantor KSOP Benoa bahwa dari sore kemarin hingga siang ini, beberapa kapal yang dikerahkan telah berhasil mengevakuasi para warga dan wisatawan dari Gili Trawangan langsung menuju Pelabuhan Benoa. Adapun kapal-kapal yang bertolak menuju Pelabuhan Benoa, antara lain kapal KM. Bainaya (PT. Pelni) mengangkut 86 orang, KM. Patagonia Xpress (trip 1) mengangkut 162 orang, KM. Patagonia Xpress (trip 2) mengangkut 143 orang, KM. Bounty Cruises mengangkut 541 orang, KN. Nusa Penida (Disnav Benoa) mengangkut 285, dan KNP. Grantin (Pangkalan PLP Surabaya) mengangkut 79 orang,” jelas Arif.
IMG-20180807-WA0081.jpg
Dalam proses evakuasi, KSOP Benoa juga melakukan koordinasi dengan KSOP Lembar, GAHAWISRI Bali (Gabungan Pengusaha Wisata Bahari Indonesia) untuk mengerahkan moda transportasi lanjutan, serta dengan Pelindo terkait dengan penyediaan logistik penumpang yang dievakuasi.

“Informasi terbaru saat ini KM. Patagonia Xpress telah kembali bortolak dari Bali menuju Gili Trawangan untuk mengevakuasi wisatawan yang belum terangkut sekaligus mengirimkan bantuan sembako ke Lombok Utara. Selain itu, KSOP Benoa juga telah berkoordinasi dengan operator dan siap memberangkatkan kembali KM. Bounty Cruises ke Gili Trawangan yang bisa menampung hingga 700 penumpang sehingga diharapkan wisatawan yang masih berada di Gili Trawangan dapat terangkut seluruhnya,” tutup Arif.

IMG-20180807-WA0077.jpg

Reaksi dan Komentar