Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

IKUT SERTA PADA WORLD ARCHITECTURE FESTIVAL, DESAIN PELABUHAN SANUR MENDUNIA

IKUT SERTA PADA WORLD ARCHITECTURE FESTIVAL, DESAIN PELABUHAN SANUR MENDUNIAIKUT SERTA PADA WORLD ARCHITECTURE FESTIVAL, DESAIN PELABUHAN SANUR MENDUNIAIKUT SERTA PADA WORLD ARCHITECTURE FESTIVAL, DESAIN PELABUHAN SANUR MENDUNIAIKUT SERTA PADA WORLD ARCHITECTURE FESTIVAL, DESAIN PELABUHAN SANUR MENDUNIAIKUT SERTA PADA WORLD ARCHITECTURE FESTIVAL, DESAIN PELABUHAN SANUR MENDUNIA

 

SINGAPURA (30/11) – Pelabuhan Sanur yang terletak di Denpasar, Bali, menjadi salah satu karya arsitektur anak bangsa yang dipresentasikan pada Festival Arsitektur terbesar di dunia yaitu World Architecture Festival (WAF) yang digelar di Marina Bay Sands, Singapura pada 29 November s.d. 1 Desember 2023. 

 

Desain Terminal Sanur merupakan karya Nyoman Popo Priyatna Danes, seorang arsitek terkemuka yang mulai mendesain Pelabuhan Sanur sejak tahun 2020 dan diresmikan tahun 2022 oleh Presiden RI Joko Widodo. 

 

Adapun sejak awal proses desain hingga pembangunan Terminal Sanur, telah melalui diskusi dan persetujuan langsung dari Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang merupakan senior Popo Danes di kalangan arsitek Indonesia. 

 

Popo Danes menjelaskan makna dari desain pembangunan Pelabuhan Sanur merupakan bagian dari konsep Pelabuhan Segitiga Emas, yang menghubungkan kawasan di 3 (tiga) pulau berbeda, yaitu Sanur, Nusa Penida dan Nusa Ceningan. Keterhubungan antara ketiga wilayah ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat sekitar.

 

“Pelabuhan Sanur memiliki desain "Jukung Mecadik” dengan pola “Gajah Mina” sebagai ikon dari wilayah setempat. Tema ini dipilih sebagai bentuk dasar dari bangunan terminal pelabuhan Sanur sebagai penghormatan terhadap filosofi masyarakat pesisir di Bali, yang selalu mengedepankan keseimbangan, dan selalu selamat dalam menjalankan aktivitas di darat maupun di laut’, ujar pimpinan Popo Danes Architect ini saat mempresentasikan karyanya di hadapan para juri pada WAF 2023.

 

Menurut pria kelahiran Banyuatis ini, perahu Jukung Mecadik adalah salah satu ikon Sanur dan dari zaman ke zaman perahu ini telah menjadi sarana transportasi utama yang digunakan oleh masyarakat Bali untuk beraktivitas di laut, termasuk melayani warga yang hendak menyeberang ke Nusa Penida. 

 

“Tidak hanya sebagai ikon, penggunaan Perahu Jukung Mecadik juga menjadi simbol keberlanjutan komunitas nelayan di tengah transformasi Sanur menjadi destinasi wisata,” katanya.

 

Lebih lanjut Popo Danes menjelaskan, Terminal yang memiliki luas 1498 m2 ini tidak hanya memfasilitasi mobilitas regional tetapi juga mempertahankan dan merayakan warisan kultural melalui kehadiran Perahu Jukung dalam Sanur Village Festival. 

 

“Dalam konsepnya, Terminal Sanur menggambarkan harmoni antara progress modern dan pelestarian nilai-nilai tradisional dalam konteks pariwisata Bali,” imbuhnya.

 

Dengan keikutsertaan pada World Architecture Festival, diharapakan Pelabuhan Sanur semakin dikenal oleh mancanegara karena desain dan kemudahan aksesnya, yang pada akhirnya dapat meningkatkan sektor pariwisata di Bali.

 

Sebagai informasi, World Architecture Festival (WAF) merupakan festival tahunan arsitektur terbesar di dunia dan pemberian penghargaan yang didedikasikan terhadap hasil karya arsitektur terbaik dan inovatif di dunia. Selain penghargaan, Festival ini juga menghadirkan kegiatan seminar, pameran produk, peluang networking serta side event menarik lainnya. (PF/MM/HB)

 

Reaksi dan Komentar