Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

IKUTI PERKEMBANGAN DIGITALISASI, KSOP BANTEN BERLAKUKAN INAPORTNET PADA TUKS

IKUTI PERKEMBANGAN DIGITALISASI, KSOP BANTEN BERLAKUKAN INAPORTNET PADA TUKS

​

TANGERANG (7/8) - Peningkatan pelayanan di bidang kepelabuhanan dan pelayaran saat ini perlu mengikuti perkembangan era digitalisasi yang sangat dinamis. Seperti halnya yang dilakukan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten yang menginisiasi pemberlakuan inaportnet pada Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS).

Guna peningkatan pemahaman terkait inaportnet tersebut, KSOP Kelas I Banten menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Uji Coba Penerapan Inaportnet pada TUKS yang diselenggarakan di Hotel Allium Tangerang, Rabu (7/8).
IMG-20190807-WA0105.jpg
Dalam pembukaan sosialisasi tersebut, Kepala KSOP Kelas I Banten, Herwanto menyampaikan bahwa kegiatan ini mengambil tema "HAPI PAPE" atau singkatan dari Harmonisasi Pemanfaatan Inaportnet dalam Kegiatan Pelayanan Kepelabuhanan di Pelabuhan Banten.

"HAPI PAPE adalah suatu proyek perubahan untuk meningkatkan kinerja pelayanan kapal pada TUKS", kata Herwanto saat membuka acara.

Herwanto menyebutkan, Badan Usaha Pelabuhan (BUP) di Pelabuhan Banten telah menggunakan inaportnet. Namun untuk pelayanan kapal di 57 TUKS yang berada di Pelabuhan Banten sampai saat ini masih manual.

"Kami menyadari saat ini adalah era digitalisasi di mana semua pelayanan menuntut untuk memanfaatkan teknologi informasi. Maka dari itu kita harus siap untuk menghadapinya," ujarnya.

Pihaknya meyakini, proyek perubahan HAPI PAPE ini dapat memberikan manfaat bagi banyak pihak.

"Manfaat bagi Kantor KSOP yakni dapat meningkatkan integritas dan pelayanan yang lebih baik. Sedangkan bagi TUKS, biaya dan waktu serta transparansi pelayanan menjadi terukur," ungkap Herwanto.

Menurutnya, program ini pun diyakini akan semakin mendorong iklim investasi yang dapat dimanfaatkan oleh warga masyarakat untuk berusaha.

Pada kesempatan tersebut ditampilkan pula hasil uji coba pemanfaatan inaportnet pada salah satu TUKS yaitu TUKS PT. Krakatau Bandar Samudera (KBS). 

Dari hasil uji coba terlihat banyak keuntungan yang dapat dimanfaatkan. Untuk itu ke depannya TUKS yang lain sudah dapat memanfaatkan sistem tersebut.

"Proyek perubahan ini mendapat apresiasi dari Direktur Jenderal Perhubungan Laut dan diharapkan Pelabuhan Banten menjadi Pilot Project (percontohan) penggunaan inaportnet pada TUKS-TUKS di Indonesia, yang Insya Allah akan diluncurkan (launching) oleh Bapak Dirjen Perhubungan Laut," ucap Herwanto.
IMG-20190807-WA0103.jpg
Adapun acara Sosialisasi ini dihadiri oleh 150 peserta dari stakeholder perusahaan pelayaran, pengelola TUKS, asosiasi perusahaan pelayaran, dan perusahaan bidang bongkar muat di pelabuhan. Sedangkan narasumber berasal dari Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut dan Direktorat Kepelabuhanan Ditjen Perhubungan Laut, serta akademisi sekaligus pemerhati bidang pelabuhan, Dr. Eka Budi Tjahjono.


Reaksi dan Komentar