Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

INDONESIA BAHAS DIGITALISASI, DEKARBONISASI DAN TRANSPORTASI BERKELANJUTAN PADA PERTEMUAN ASEM TMM KE-5

INDONESIA BAHAS DIGITALISASI, DEKARBONISASI DAN TRANSPORTASI BERKELANJUTAN PADA PERTEMUAN ASEM TMM KE-5

​

BUDAPEST (11/12) - Kementerian Perhubungan mengirimkan Delegasi untuk menghadiri pertemuan The Fifth Asia-Europe Meeting Transport Minister Meeting (ASEM TMM5) yang diselenggarakan di Budapest, Hungaria tanggal 9-11 Desember 2019.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi, bertindak selaku HoD Indonesia, memimpin anggota delegasi yang terdiri dari Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi, Kawasan dan Kemitraan Perhubungan, Dr. Gede Pasek Suardika, Direktur Angkutan Jalan, Ahmad Yani, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Arif Toha, serta perwakilan dari Sub Sektor Perhubungan Darat, Laut, dan Udara, Perkeretaapian, serta Pusat Fasilitasi Kemitraan dan Kerjasama Internasional (PFKKI).

Budi mengungkapkan, Pertemuan ASEM TMM5 ini sebelumnya didahului oleh Transport Senior Officials Meeting (TSOM), yaitu pertemuan level eselon 1 yang diselenggarakan pada, Senin (9/12), di mana Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi, Kawasan dan Kemitraan Perhubungan, Dr. Gede Pasek Suardika bertindak sebagai Ketua Delegasi.

Pertemuan TSOM ini, jelas Budi, membahas tentang Budapest Declaration, yang mengangkat tema Digitalisasi, Dekarbonisasi dan Transportasi Berkelanjutan.

“Budapest Declaration ini dibahas dan disetujui oleh menteri-menteri dari negara-negara Asia Eropa pada pertemuan ASEM TMM5,” jelasnya.
WhatsApp Image 2019-12-10 at 18.16.59.jpeg
Turut hadir pada pertemuan dimaksud, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Arif Toha, menyampaikan, bahwa Deklarasi Budapest merupakan deklarasi komitmen yang dibuat oleh para Menteri yang bertanggung jawab di bidang transportasi pada Negara-negara Anggota ASEM, Komisi Uni Eropa (UE) dan Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) tentang pentingnya digitalisasi dan dekarbonisasi dalam sistem transportasi, serta keberlanjutan jaringan transportasi di negara-negara Eropa dan Asia.

“Melalui deklarasi ini, negara-negara anggota ASEM, UE, dan ASEAN menegaskan komitmennya dalam mewujudkan orientasi strategis yang telah ditetapkan pada KTT ASEM ke-12 di Brussels, yakni melaksanakan pembangunan berkelanjutan dan mengatasi perubahan iklim,” jelas Arif.

Melalui Deklarasi ini, juga ditekankan, bahwa peningkatan konektivitas transportasi di Asia dan Eropa harus didukung oleh kolaborasi lintas sektoral dan multi-pemangku kepentingan di bidang sistem transportasi intermodal dan multimodal terpadu, yaitu penerbangan, maritim, kereta api dan transportasi jalan, dalam rangka membangun dan memperkuat kerja sama tanpa batas antara kedua benua.

Selain itu, perkembangan infrastruktur transportasi yang mendukung konektivitas, tentunya tidak lepas dari peran perkembangan teknologi dan inovasi di bidang digitalisasi, seperti sistem transportasi cerdas, layanan transportasi terintegrasi, kendaraan otomatis /otonom dan terhubung, serta e-navigasi. 

Untuk itu, lanjut Arif, diharapkan seluruh Mitra ASEM dapat memanfaatkan keuntungan penuh dari fenomena baru di masa depan dengan fokus prioritas pada interoperabilitas global dan netralitas teknologi.

“Negara kita sendiri sekarang tengah mengembangkan penerapan digitalisasi di beberapa sistem moda transportasi. Digitalisasi ini tidak hanya diterapkan pada infrastruktur, namun juga pada sistem transportasi, termasuk managemen dan operasionalnya harus dilaksanakan dengan menggunakan teknologi terkini,” ujar Arif.

Lebih lanjut, menurut Arif, Deklarasi tersebut juga menekankan mengenai pentingnya mencapai sistem transportasi berkelanjutan melalui pengembangan konektivitas transportasi yang selamat, aman, efisien, dapat diandalkan, terjangkau, serta berwawasan lingkungan.
WhatsApp Image 2019-12-10 at 18.17.34 (1).jpeg
Penting juga untuk mengingat kembali komitmen dunia untuk mengimplementasikan climate action dengan cara mengurangi gas buang dan menciptakan inovasi-inovasi di sektor transportasi untuk mengurangi dampak gas buang tersebut terhadap iklim.

“Untuk itu, transportasi ramah lingkungan perlu dipromosikan guna mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan melalui pengembangan teknologi inovatif,” tukas Arif.

Pada kesempatan tersebut, Indonesia juga menyampaikan terima kasih kepada negara-negara anggota ASEM yang telah memberikan dukungannya kepada Indonesia pada pencalonan kembali Indonesia sebagai Anggota Dewan IMO pada Sidang Majelis IMO ke-31 di London Inggris bulan November kemarin.

“Tidak lupa, kami sampaikan pula apresiasi dan terima kasih Indonesia kepada seluruh ASEM Member States yang telah mendukung Indonesia sehingga berhasil terpilih kembali menjadi Anggota Dewan IMO Kategori C Periode 2020-2021,” tutup Arif.

Reaksi dan Komentar