Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Indonesia dan Australia Perkuat Kerja Sama Keselamatan Transportasi Melalui Indonesia-Australia Transport Safety Forum

Indonesia dan Australia Perkuat Kerja Sama Keselamatan Transportasi Melalui Indonesia-Australia Transport Safety ForumIndonesia dan Australia Perkuat Kerja Sama Keselamatan Transportasi Melalui Indonesia-Australia Transport Safety ForumIndonesia dan Australia Perkuat Kerja Sama Keselamatan Transportasi Melalui Indonesia-Australia Transport Safety ForumIndonesia dan Australia Perkuat Kerja Sama Keselamatan Transportasi Melalui Indonesia-Australia Transport Safety Forum

AUSTRALIA (11/5) – Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Australia kembali menegaskan komitmen bersama untuk meningkatkan kerja sama keselamatan transportasi melalui penyelenggaraan Indonesia-Australia Transport Safety Forum yang berlangsung di Canberra dan Sydney, Australia, pada 4–8 Mei 2026.

Kegiatan tersebut merupakan forum strategis tingkat pejabat tinggi di bidang transportasi dalam kerangka kerja sama Indonesian Transport Safety Assistance Package (ITSAP) antara Indonesia dan Australia. Forum ini menjadi wadah penguatan kolaborasi bilateral guna mendukung terciptanya sistem transportasi yang selamat, aman, dan berkelanjutan.

Delegasi Republik Indonesia dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Arif Toha, didampingi Kepala Pusat Fasilitasi Kemitraan dan Kelembagaan Internasional (PFKKI), Amiruddin, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP), Triono, serta perwakilan dari Basarnas, KNKT, AIRNAV, dan unit kerja terkait di Kementerian Perhubungan.   

Sementara itu, delegasi Australia dipimpin oleh Secretary of the Department of Infrastructure, Transport, Regional Development, Communications, Sport and the Arts, Jimm Betts. Forum ini turut dihadiri oleh perwakilan otoritas keselamatan transportasi, regulator maritim, serta pemangku kepentingan terkait dari kedua negara.

Forum tersebut membahas evaluasi kerja sama keselamatan transportasi yang terjalin antara Indonesia dan Australia, sekaligus menyusun action plan kerja sama periode 2026–2027. Lingkup pembahasan dalam forum meliputi berbagai isu strategis, antara lain keselamatan pelayaran, perlindungan lingkungan maritim, peningkatan koordinasi pencarian dan pertolongan (SAR), investigasi insiden transportasi, penguatan kebijakan dan regulasi keselamatan transportasi, serta peningkatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia di sektor transportasi.

Plt. Direktur KPLP, Triono, mengungkapkan bahwa pada forum tersebut juga dilaksanakan Subworking Group Meeting antara Direktorat KPLP dan Australian Maritime Safety Authority (AMSA). 

“Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas sejumlah program tindak lanjut di bidang perlindungan lingkungan maritim yang akan dilaksanakan secara kolaboratif,” ujar Triono. 

Adapun program kerja sama yang akan ditindaklanjuti meliputi Basic Equipment Operation (BEO Training), OILMAP Training, SPILL ASIA, National Plan Exercise Australia, Regional MARPOL Exercise, Oil Sampling Training.

“Melalui forum ini, Indonesia dan Australia menegaskan komitmen bersama untuk terus memperkuat sinergi dan kerja sama di sektor transportasi, khususnya dalam mewujudkan sistem transportasi yang selamat, aman, dan berkelanjutan demi mendukung konektivitas regional dan pertumbuhan ekonomi kedua negara,” tutup Triono.(PF/ETJ/HJ) 

Reaksi dan Komentar