Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

Indonesia dan Jepang Perkuat Kerja Sama Maritim Lewat Pelatihan Teknis Kepelabuhanan

Indonesia dan Jepang Perkuat Kerja Sama Maritim Lewat Pelatihan Teknis KepelabuhananIndonesia dan Jepang Perkuat Kerja Sama Maritim Lewat Pelatihan Teknis KepelabuhananIndonesia dan Jepang Perkuat Kerja Sama Maritim Lewat Pelatihan Teknis Kepelabuhanan

JAKARTA(2/7)  – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan bersama Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata atau Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism (MLIT) Jepang secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis Bidang Kepelabuhanan sebagai Bentuk Dukungan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Indonesia – Jepang di Ayana Midplaza, Jakarta (2/7). 

Dalam sambutan pembukaannya, Direktur Kepelabuhanan Ditjen Perhubungan Laut, Muhammad Anto Julianto, yang mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin antara kedua negara.

“Saya menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas penyelenggaraan kegiatan ini, yang merupakan bagian dari mekanisme dukungan terhadap JIEPA, khususnya dalam kerja sama teknis, sharing informasi dan pengetahuan, serta peningkatan kapasitas SDM,” ujar Anto.

Anto menambahkan bahwa pelatihan ini memiliki arti strategis dalam mendorong transformasi sektor kepelabuhanan Indonesia menjadi lebih kompetitif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Anto juga menggarisbawahi pentingnya pembelajaran dari Jepang dalam pengembangan infrastruktur pelabuhan yang berkelanjutan.

“Saya meyakini bahwa kita dapat memperoleh banyak pembelajaran berharga dari Pemerintah Jepang, khususnya MLIT dan OCDI, dalam upaya membentuk SDM maritim yang kompeten dan mampu menjawab tantangan era modern, termasuk isu lingkungan dan fasilitasi perdagangan bilateral,” tutup Anto.

Sementara itu, Kepala Koordinator Internasional MLIT Jepang, Fujiwara Hiromichi, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan ini adalah momen penting dalam sejarah kerja sama teknis antara Jepang dan Indonesia, yang telah terjalin lebih dari 50 tahun.

“Pelatihan ini adalah inisiatif pertama berdasarkan Perjanjian Kemitraan Ekonomi yang diselenggarakan atas permintaan Pemerintah Indonesia. Sejak November lalu, kami telah berdiskusi intensif dengan DJPL agar pelatihan ini benar-benar bermanfaat,” jelas Fujiwara.

Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih atas kepercayaan Indonesia kepada Jepang untuk terus berkontribusi dalam proyek pembangunan pelabuhan, termasuk proyek besar seperti Pelabuhan Patimban.

“Kemarin saya mengunjungi Pelabuhan Patimban dan menyaksikan langsung kemajuan besar yang dicapai. Saya merasa terharu dan bangga karena Jepang dipercaya untuk turut serta dalam pembangunan ekonomi dan sosial Indonesia,” tambahnya.

Menurut Fujiwara, materi pelatihan telah disusun secara selektif dan komprehensif, meliputi aspek perencanaan, pengelolaan, pemeliharaan pelabuhan, hingga penanganan isu perubahan iklim. Para peserta akan dibekali oleh pakar-pakar terkemuka dari Jepang yang memiliki pengalaman langsung di lapangan.

“Kami yakin walaupun pelatihan ini hanya berlangsung tiga hari, ini akan menjadi kesempatan yang sangat berharga bagi para peserta untuk mendapatkan pengetahuan yang aplikatif dan up to date,” tutup Fujiwara.

Pelatihan ini akan berlangsung dari tanggal 2 hingga 4 Juli 2025 dan diikuti oleh para pejabat, pegawai teknis, dan pemangku kepentingan sektor pelabuhan dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini diharapkan menjadi landasan kuat bagi peningkatan kualitas layanan pelabuhan nasional dan mempererat kerja sama bilateral Indonesia–Jepang ke depan.(SKY/ETJ/HJ)

Reaksi dan Komentar