Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

INDONESIA DAN SINGAPURA SELENGGARAKAN LATIHAN BERSAMA SIMULASI-UJICOBA (TABLETOP EXERCISE) PENANGANAN KE

INDONESIA DAN SINGAPURA SELENGGARAKAN LATIHAN BERSAMA SIMULASI-UJICOBA (TABLETOP EXERCISE) PENANGANAN KE

​TANJUNG PINANG (28/8) - Penanganan kecelakaan kapal penyeberangan atau kapal ferry merupakan salah satu isu penting yang dibahas dalam kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Singapura. Hal ini disebabkan karena Selat Singapura merupakan salah satu selat tersibuk dengan lalu lintas terpadat di dunia, yang tentunya memiliki risiko kecelakaan yang tinggi.

Dalam upaya untuk menyamakan persepsi dan standar operasi prosedur (SOP) dalam penanganan kejadian kecelakaan kapal ferry inilah kemudian Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Singapura melalui Maritime and Port Authority of Singapore (MPA) menelurkan Joint Ferry Mishap Contingency Plan. 

“Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut selaku Maritime Administrator, bersama dengan Basarnas dan MPA Singapore telah melakukan serangkaian diskusi terkait perkembangan dan pengevaluasian rencana bersama tersebut,” demikian disampaikan oleh Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, Junaidi, saat membuka acara Indonesia-Singapore Joint Ferry Mishap Contingency Plan (FMCP) TableTop Exercise di Kantor Distrik Navigasi Kelas I Tanjung Pinang pada hari ini (28/8).
IMG-20180828-WA0187.jpg
Table Top Exercise ini, menurut Junaidi, adalah salah satu tindak lanjut dari acara 2nd DGST-MPA Officer Dialogue bulan Desember tahun 2017 yang lalu, di mana Indonesia dan Singapura telah sepakat untuk menjajaki kerjasama dalam hal penanganan kecelakaan kapal penyeberangan (ferry) pada tahun 2018.

“Terkait hal tersebut (penanganan kecelakaan kapal penyeberangan), pada bulan Maret yang lalu kita juga telah menyelenggarakan Review Indonesia-Singapore Joint Ferry Mishap Contingency Plan di Kantor Pelabuhan Batam,” ujar Junaidi.

Lebih lanjut, Junaidi menambahkan, bahwa pada latihan bersama yang digelar kali ini, baik Indonesia maupun Singapura diharapkan dapat mempelajari dan memahami penanganan terhadap kecelakaan kapal penyeberangan dengan konsep real situation.

Junaidi juga mengatakan, bahwa latihan dengan konsep real situation ini diharapkan dapat mengidentifikasi hambatan yang mungkin terjadi pada kedua belah pihak (Indonesia dan Singapura) dalam penanganan kecelakaan kapal penyeberangan.

“Setelah hambatan diidentifikasi tentunya kita dapat berdiksuki untuk menghasilkan rencana penanganan kecelakaan kapal penyeberangan yang tepat guna dan tepat sasaran,” tegas Junaidi.

Adapun pada acara Joint FMCP Table Top Exercise ini, MPA Singapore mengirimkan delegasi yang diketuai oleh Capt. Kevin Wong, Port Master/Acting Director (Operation Division). Sedangkan Delegasi Indonesia yang diketuai oleh Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, Junaidi, terdiri dari unsur Basarnas, Polair, Guskamla Armada 1, Lantamal Tanjung Pinang, Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Uban, serta perwakilan dari Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Hubla di sekitar Selat Singapura.

Sebagai informasi, Indonesia-Singapore Joint Ferry Mishap Contingency Plan adalah sebuah rencana yang digagas oleh Pemerintah Indonesia dan Singapura untuk upaya penyelamatan dan pencarian penumpang dan kru kapal yang berada dalam keadaan marabahaya dikarenakan kecelakaan kapal penyeberangan dengan jalur operasi antara Provinsi Kepulauan Riau dan Singapura.
IMG-20180828-WA0186.jpg
Tujuan dari rencana ini adalah untuk memastikan diselenggarakannya operasi pencarian dan penyelamatan yang cepat dan tepat sasaran untuk menyelamatkan jiwa bilamana terjadi kecelakaan kapal penyeberangan. Adapun upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan peringatan tepat waktu kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Basarnas dan MPA Singapore pada kesempatan pertama terjadinya kecelakaan kapal penyeberangan di Selat Singapura dan perairan sekitar.

Selanjutnya, dengan diberlakukannya Ferry Mishap Contingency Plan (FMCP) oleh kedua negara, diharapkan dapat memfasilitasi koordinasi antara Ditjen Hubla, Basarnas dan MPA Singapore dalam melakukan aksi yang terintegrasi.


Reaksi dan Komentar