Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

INDONESIA DORONG KOLABORASI ASEAN PERKUAT KESELAMATAN PENYEBERANGAN DOMESTIK

INDONESIA DORONG KOLABORASI ASEAN PERKUAT KESELAMATAN PENYEBERANGAN DOMESTIKINDONESIA DORONG KOLABORASI ASEAN PERKUAT KESELAMATAN PENYEBERANGAN DOMESTIKINDONESIA DORONG KOLABORASI ASEAN PERKUAT KESELAMATAN PENYEBERANGAN DOMESTIKINDONESIA DORONG KOLABORASI ASEAN PERKUAT KESELAMATAN PENYEBERANGAN DOMESTIKINDONESIA DORONG KOLABORASI ASEAN PERKUAT KESELAMATAN PENYEBERANGAN DOMESTIKINDONESIA DORONG KOLABORASI ASEAN PERKUAT KESELAMATAN PENYEBERANGAN DOMESTIK

BALI (10/12)— Indonesia melalui Kementerian Perhubungan menegaskan komitmennya dalam peningkatan keselamatan angkutan penyeberangan domestik di kawasan Asia Tenggara pada forum The Regional Stakeholder Workshop to Enhance Domestic Ferry Safety.

Kegiatan yang digelar oleh International Maritime Organization (IMO) pada 10-11 Desember di Bali ini mempertemukan para pemangku kepentingan regional, termasuk Indonesia, untuk memperkuat kolaborasi, menyelaraskan standar keselamatan kapal, serta mendorong lahirnya aksi nyata dalam peningkatan keselamatan angkutan penyeberangan di negara-negara ASEAN.

Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan International Maritime Organization (IMO), Uni Eropa, delegasi negara ASEAN yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand dan Filipina, serta para pakar dari IMO, World Maritime University (WMU), Interferry, dan berbagai stakeholder terkait lainnya.

Mewakili Kementerian Perhubungan, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menyampaikan bahwa angkutan penyeberangan domestik merupakan tulang punggung konektivitas dan mobilitas masyarakat di Asia Tenggara, terutama bagi negara-negara kepulauan seperti Indonesia.

“Untuk itu, peningkatan keselamatan angkutan penyeberangan merupakan tanggung jawab kita bersama agar layanan transportasi laut semakin aman, andal, dan berkelanjutan,” ujar Masyhud.

Penyelenggaraan workshop IMO ini, lanjutnya, menjadi kesempatan penting bagi negara-negara ASEAN untuk mengevaluasi berbagai kebijakan yang telah dilakukan, berbagi pengalaman, dan merumuskan langkah-langkah praktis yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan nasional dan regional.

Dirjen Masyhud juga memberikan apresiasi kepada IMO dan Uni Eropa atas dukungan berkelanjutan melalui EU–ASEAN Sustainable Connectivity Package (SCOPE) – Ship Safety Project, yang dinilai memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan standar keselamatan kapal di negara Kawasan ASEAN.

Dalam kesempatan tersebut, Indonesia kembali menyatakan  komitmennya untuk terus meningkatkan keselamatan kapal, termasuk angkutan penyeberangan domestik, melalui modernisasi regulasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan pengawasan dan infrastruktur keselamatan.

Tidak hanya itu, Indonesia terus mendorong terciptanya kolaborasi yang semakin erat antarnegara ASEAN dan seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan transportasi laut yang aman, terhubung, inklusif, dan berkelanjutan.

“Saya berharap agar kerja sama yang dilakukan ini dapat menghasilkan kemajuan signifikan bagi keselamatan kapal dan angkutan penyeberangan di kawasan ASEAN,” tutupnya (AD/ETJ/HJ)

Reaksi dan Komentar