Logo Hari Besar
Beranda
Visi & Misi
Tugas dan Fungsi
Struktur Organisasi
Pejabat DJPL
Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut
Direktorat Kepelabuhanan
Direktorat Perkapalan dan Kelautan
Direktorat Kenavigasian
Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran
Makna Logo
Lagu kebangsaan, Hymne dan Mars
Layanan Terpadu Kemaritiman
Kebijakan Layanan
Jadwal Kapal
Verifikasi Dokumen
Lacak Permohonan
Hublapedia
Aplikasi Maritim Terintegrasi
Berita
Pengumuman
Newsletter
Galeri Foto & Video
Media Sosial
Event
Maklumat Pelayaran
Peraturan Menteri
Naskah Dinas
Perjanjian
Kerjasama Luar Negeri
Indonesia Maritime Safety Information
Indonesia Ship Reporting System
Indonesia di IMO
Tol Laut
Profil PPID
Regulasi
Maklumat dan Standar Biaya Layanan
Informasi Publik
Permohonan Informasi
UPT
Data
Panduan
FAQ
Kontak

INDONESIA TEGASKAN KOMITMEN TINGKATKAN KESELAMATAN PELAYARAN DI SIDANG INTERNATIONAL MARITIM ORGANIZATIO

INDONESIA TEGASKAN KOMITMEN TINGKATKAN KESELAMATAN PELAYARAN DI SIDANG INTERNATIONAL MARITIM ORGANIZATIO

​

LONDON (7/12) - Sebagai salah satu negara maritim dengan garis pantai terpanjang di dunia, Pemerintah Indonesia kembali menunjukan peran aktifnya dalam upaya untuk meningkatkan keselamatan pelayaran dan keamanan pelayaran dengan mengirimkan delegasi menghadiri Sidang International Maritime Organization (IMO) - Maritime Safety Committee (MSC) ke-101 yang dihelat di Kantor Pusat IMO di London, Inggris dari tanggal 5 s.d. 14 Juni 2019.

Pada kesempatan kali ini, Indonesia mengirimkan Delegasi RI yang diketuai oleh Duta Besar RI London, Dr. Rizal Sukma dan Wakil Dubes RI London, Adam M. Tugio sebagai Alternate I serta Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo dari Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan sebagai Alternate II dan anggota Delri yang terdiri dari unsur Kementerian Koordinaror Bidang Maritim, Kementerian Luar Negeri, Badan Keamanan Laut, Kemenkominfo Kementerian Perhubungan, Sekretariat Kabinet, Atase Perhubungan, dan Pejabat Fungsi Politik KBRI London.

“Sidang MSC ke-101 dibuka oleh Sekretaris Jenderal IMO, Mr. Kitack Lim, dan Sidang MSC tersebut dipimpin oleh Mr. Brad Groves (Australia), dan Mr. Juan Carlos Cubisino (Argentina) sebagai wakil ketua. Sidang dihadiri oleh perwakilan negara-negara anggota IMO, serta observers dari negara-negara anggota IMO dan berbagai asosiasi di bidang maritim,” ujar Atase Perhubungan RI di London, Lollan Panjaitan hari ini (8/6).

Menurut Lollan, pada Sidang ke-101 IMO MSC ini Delri memberikan prioritas pada pembahasan agenda utama, yaitu mengenai  kajian pembahasan penyusunan peraturan instrumen IMO terkait Maritime Autonomous Surface Ships (MASS), keselamatan dalam hal penerapan bahan bakar rendah sulphur yang mulai diberlakukan pada tahun 2020 (fuel oil safety), dan beberapa perubahan peraturan instrument IMO yang akan diterapkan bagi kapal-kapal konvensi serta penyusunan goal - base standard.
WhatsApp Image 2019-06-09 at 08.29.18.jpeg
Adapun Sidang dilakukan dalam bentuk plenary, 3 working group dan 1 Drafting group yaitu Working Group on Maritime Autonomous Surface Ships (MASS), Working Group on fuel oil safety, Working Group on goal base standard, and Drafting Group on amendments mandatory instrument.

Lebih lanjut, Lollan menjelaskan bahwa pertemuan MSC adalah badan teknis IMO tertinggi yang membahas isu keselamatan dan keamanan pelayaran. MSC juga memiliki kewenangan untuk melaksanakan tugas yang didelegasikan dari konvensi-konvensi IMO, termasuk salah satunya termasuk untuk memberikan pertimbangan dan pengajuan rekomendasi dan petunjuk-petunjuk pada sisi keselamatan pelayaran kepada assembly untuk dapat diadopsi. 

“Selain itu, MSC juga berwenang untuk menerima adopsi amandemen konvensi-konvensi IMO seperti SOLAS,” imbuh Lollan.

Adapun agenda yang dibahas dalam pertemuan MSC ini, lanjut Lollan termasuk pembahasan mengenai keselamatan bernavigasi, konstruksi dan peralatan kapal, pengawakan dari sisi keselamatan, pengaturan pencegahan tabrakan, penanganan muatan berbahaya, prosedur dan persyaratan keselamatan maritim, informasi hidrografi, pencatatan data kenavigasian, investigasi kecelakaan laut, penyelamatan jiwa di laut, salvage, serta hal-hal lain terkait dengan keselamatan pelayaran.

“Pada sidang ini, Pemerintah Indonesia mengapresiasi kegiatan capacity building yang telah diselenggarakan di Indonesia terkait Workshop on Hazid Scoping Exercise for Domestic Ferry pada tanggal 26 - 30 November 2018 di jakarta," ujar Lollan.
WhatsApp Image 2019-06-09 at 08.29.58.jpeg
Sementara itu, anggota Delegasi Indonesia yaitu Kepala Seksi Keselamatan Kapal, Dit. Perkapalan dan Kepelautan, Capt. Ari Wibowo  menjelaskan bahwa terkait pembahasan isu aplikasi Maritime Autonomous Surface Ships (MASS),  Indonesia akan terus mengikuti pembahasan isu dimaksud mengingat teknologi industri maritim yang terus berkembang dan tidak dapat dihindari. Dalam hal ini, Indonesia perlu mengawal pembahasan mengenai isu dimaksud dengan berbagai pertimbangan aspek keselamatan navigasi, resiko keamanan khususnya cybercrime di bidang kemaritiman, dan pengaruh teknologi MASS terhadap penyerapan tenaga kerja pelaut Indonesia dan industri galangan kapal nasional.

"Dan pada sidang MSC ini, Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus memproses ratifikasi konvensi-konvensi IMO, ILO dan konvensi kemaritiman terkait lainnya mengingat Indonesia sebagai anggota Dewan IMO Kategori C yang berperan aktif dalam meratifikasi konvensi IMO," tutup Capt. Ari.


Reaksi dan Komentar